Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita, dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kita, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam pengajak ke pintu tobat dan pembawa rahmat.
Amma ba'du:
Sesungguhnya Allah telah berfirman:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu." [Al-Maidah :3]
" Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diridhoi Allah? Sekirannya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh adzab yang pedih." [Asy-Syura' : 21]
Dari Aisyah radhiallahu 'anha dari Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, "Barangsiapa mengada-adakan suatu perkara (dalam agama) yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia tertolak."
Dalam lafazh Muslim: "Barangsiapa mengerjakan perbuatan yang tidak kami perintahkan (dalam agama), maka ia tertolak."
Dalam Shahih Muslim dari Jabir radhiallahu 'anhu bahwasanya Nabi pernah bersabda dalam khutbah Jum'at: Amma ba'du, sesungguhnya sebaik- baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur'an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, dan sejahat-jahat perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid'ah (yang diada-adakan) itu adalah sesat."
Masih banyak lagi hadits-hadits yang senada dengan hadits ini, hal mana semuanya menunjukkan dengan jelas, bahwasanya Allah telah menyempurnakan agama ini untuk umat-Nya. Dia telah mencukupkan nikmat- Nya bagi mereka; Dia tidak mewafatkan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam kecuali sesudah beliau menyelesaikan tugas penyampaian risalahnya kepada umat dan menjelaskan kepada mereka seluruh syariat Allah, baik melalui ucapan maupun pengamalan. Beliau menjelaskan segala sesuatu yang akan diada-adakan oleh sekelompok manusia sepeninggalnya dan dinisbahkan kepada ajaran Islam baik berupa ucapan maupun perbuatan, semuanya itu bid'ah yang tertolak, meskipun niatnya baik. Para shahabat dan ulama' mengetahui hal ini, maka mengingkari perbuatan-perbuatan bid'ah dan memperingatkan kita darinya. Hal itu disebutkan oleh mereka yang mengarang tentang pengagungan sunnah dan pengingkaran bid'ah, seperti Ibnu Wadhdhoh Ath Tharthusyi dan Abu Syaamah dan lain sebagainya.
Di antara bid'ah yang biasa dilakukan oleh banyak orang ialah bid'ah mengadakan upacara peringatan malam Nisfu Sya'ban dan mengkhususkan pada hari tersebut dengan puasa tertentu. Padahal tidak ada satupun dalil yang dapat dijadikan sandaran, ada hadist-hadits tentang fadhilah malam tersebut tetapi hadits-hadits tersebut dlaif sehingga tidak dapat dijadikan landasan. Adapun hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan shalat pada hari itu adalah maudhu'.
Dalam hal ini, banyak di antara para 'ulama yang menyebutkan tentang lemahnya hadits-hadits yang berkenaan dengan pengkhususan puasa dan fadhilah shalat pada hari Nisfu Sya'ban, selanjutnya akan kami sebutkan sebagian dari ucapan mereka. Pendapat para ahli Syam di antaranya Hafizh Ibnu Rajab dalam bukunya "Lathaiful Ma'arif" mengatakan bahwa perayaan malam Nisfu Sya'ban adalah bid'ah dan hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya lemah. Hadits-hadits lemah bisa diamalkan dalam ibadah jika asalnya didukung oleh hadits-hadits shahih, sedangkan upacara perayaan malam Nisfu Sya'ban tidak ada dasar hadits yang shahih sehingga tidak bisa didukung dengan dalil hadits- hadits dhaif.
Ibnu Taimiyah telah menyebutkan kaidah ini dan kami akan menukil pendapat para ahli ilmu kepada sidang pembaca sehingga masalahnya menjadi jelas; para ulama' telah bersepakat bahwa merupakan suatu keharusan untuk mengembalikan segala apa yang diperselisihkan manusia kepada Kitab Allah (Al-Qur'an) dan Sunnan Rasul (Al-Hadits), apa saja yang telah digariskan hukumnya oleh keduanya atau salah satu daripadanya, maka wajib diikuti dan apa saja yang bertentangan dengan keduanya maka harus ditinggalkan, serta segala sesuatu amalan ibadah yang belum pernah disebutkan adalah bid'ah; tidak boleh dikerjakan apabila mengajak untuk mengerjakannya atau memujinya.
Allah berfirman dalam surat An-Nisaa':
"Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan Ulil Amri (pemimpin-pemimpin) di antara kamu, maka jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." [An-Nisaa': 59]
" Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka keputusannya (terserah) kepada Allah (yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Tuhanku. Kepada-Nyala aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali." [Asy-Syuraa: 10]
" Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya." [An-Nisaa' : 65]
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur'an yang semakna dengan ayat- ayat di atas, ia merupakan nash atau ketentuan hukum yang mewajibkan agar supaya masalah-masalah yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Hadits, selain mewajibkan kita agar rela terhadap hukum yang ditetapkan oleh keduanya (Al-Qur'an dan Hadits).
Demikianlah yang dikehendaki oleh Islam, dan merupakan perbuatan baik bagi seorang hamba terhadap Tuhannya, baik di dunia atau di akherat nanti, sehingga pastilah ia akan menerima balasan yang setimpal.
Dalam pembicaraan masalah malam Nisfu Sya'ban Ibnu Rajab berkata dalam bukunya "Lathaiful Ma'arif", "Para Tabi'in dari ahli Syam (Syiria, sekarang) seperti Khalid bin Ma'daan, Makhul, Luqman dan lainnya pernah mengagung-agungkan dan berijtihad melakukan ibadah pada malam Nisfu Sya'ban kemudian orang- orang berikutnya mengambil keutamaan dan pengagungan itu dari mereka.
Dikatakan bahwa mereka melakukan perbuatan demikian itu karena adanya cerita-cerita israiliyat, tatkala masalah itu tersebar ke penjuru dunia, berselisihlah kaum muslimin; ada yang menerima dan menyetujuinya ada juga yang mengingkarinya. Golongan yang menerima adalah Ahli Bashrah dan lainnya, sedang golongan yang mengingkarinya adalah mayoritas ulama Hijaz (Saudi Arabia, sekarang), seperti Atha' dan Ibnu Abi Malikah dan dinukil oleh Abdurrahman bin Zaid bi Aslam dari fuqaha' Madinah, yaitu ucapan Ashhabu Malik dan lain-lainnya. Mereka mengatakan bahwa semua perbuatan itu bid'ah. Adapun pendapat ulama' ahli Syam berbeda dalam pelaksanaannya dengan dua pendapat:
[1]. Menghidup-hidupkan malam Nisfu Sya'ban dalam masjid dengan berjamah adalah mustahab (disukai Allah).
Dahulu Khalid bin Ma'daan dan Luqman bin Amir memperingati malam tersebut dengan memakai pakaian paling baru dan mewah, membakar menyan, memakai celak dan mereka bangun malam menjalankan shalatul lail di masjid. Ini disetujui oleh Ishaq bin Ruhwiyah, ia berkata: "Menjalankan ibadah di masjid pada malam itu secara jamaah tidak bid'ah." Hal ini dicuplik oleh Harbu Al-Kirmany.
[2]. Berkumpulnya manusia pada malam Nisfu Sya'ban di masjid untuk shalat, bercerita dan berdo'a adalah makruh hukumnya, tetapi boleh jika menjalankan shalat khusus untuk dirinya sendiri. Ini pendapat Auza'iy Imam Ahlu Syam, sebagai ahli fiqh dan cendekiawan mereka. Insya Allah pendapat inilah yang mendekati kebenaran, sedangkanpendapat Imam Ahmad tentang malam tentang malam Nisfu Sya'ban ini,tidak diketahui."
Ada dua riwayat sebagai sebab cenderungnya diperingati malam Nisfu Sya'ban, dari antara dua riwayat yang menerangkan tentang dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Dalam satu riwayat berpendapat bahwa memperingati dua malam hari raya dengan berjamaah adalah tidak disunnahkan, karena hal itu belum pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam dan para shahabatnya. Riwayat lain berpendapat bahwa malam tersebut disunnahkan, karena Abdurrahman bin Yazid bin Aswad pernah mengerjakannya, dan ia termasuk tabi'in, begitu pula tentang malam Nisfu Sya'ban, Nabi belum pernah mengerjakannya atau menetapkannya, termasuk juga para sahabat, itu hanya ketetapan dari golongan tabi'in ahli fiqih Syam. Demikian maksud dari Al-Hafizh Ibnu Rajab (semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya).
Ia mengomentari bahwa tidak ada suatu ketetapan pun tentang malam Nisfu Sya'ban ini, baik itu dari Nabi maupun dari para shahabat. Adapun pendapat Imam Auza'iy tentang bolehnya (istihbab) menjalankan shalat pada malam hari itu secara individu dan penukilan Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam pendapatnya itu adalah gharib dan dhaif, karena segala perbuatan syariah yang belum pernah ditetapkan oleh dalil-dalil syar'iy, tidak boleh bagi seorang pun dari kaum muslimin mengada- adakannya dalam Islam, baik itu dikerjakan secara individu ataupun kolektif, baik itu dikerjakan secara sembunyi-sembunyi ataupun terang- terangan, sebab keumuman hadits Nabi:
"Barangsiapa mengerjakan suatu amalan (dalam agama) yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak."
Dan banyak lagi hadits-hadits yang mengingkari perbuatan bid'ah dan memperingatkan agar dijauhi.
Imam Abubakar Ath-Thurthusyiy berkata dalam bukunya, "Al-Hawadits wal Bida", "Diriwayatkan oelh Wadhdhah dari Zaid bin Aslam berkata: kami belum pernah melihat seorang pun dari sesepuh dan ahli fiqih kami yang menghadiri perayaan malam Nisfu Sya'ban, tidak mengindahkan hadits Makhul (dhaif) dan tidak pula memandang adanya keutamaan pada malam tersebut terhadap malam-malam lainnya. Dikatakan kepada Ibnu Malikah bahwasanya Ziad An Numairiy berkata: Pahala yang didapat (dari ibadah) pada malam Nisfu Sya'ban menyamai pahala Lailatul Qadar. Ibnu Malikah menjawab: Seandainya saya mendengarnya sedang di tangan saya ada tongkat, pasti saya pukul. Ziad adalah seorang penceramah.
Al-'Allaamah Syaukani menulis dalam bukunya, Al-Fawaaidul Majmu'ah, sebagai berikut: Hadits:
"Wahai Ali, barangsiapa melakukan shalat pada malam Nisfu Sya'ban sebanyak 100 rakaat; ia membaca setiap rakaat Al-Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala kebutuhannya... dan seterusnya."
Hadits ini adalah maudhu' (palsu), pada lafazh-lafazhnya menerangkan tentang pahala yang akan diterima oleh pelakunya adalah tidak diragukan kelemahannya bagi orang berakal, sedangkan sanadnya majhul (tidak dikenal). Hadits ini diriwayatkan dari jalan kedua dan ketiga, kesemuanya maudhu' dan perawi-perawinya majhul.
Dalam kitab "Al Mukhtashar" Syaukani melanjutkan : Hadits yang menerangkan shalat Nisfu Sya'ban adalah batil. Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Ali radhiallahu 'anhu: Jika datang malam Nisfu Sya'ban bershalat malamlah dan berpuasalah pada siang harinya, adalah dhaif. Dalam buku Allaali' diriwayatkan bahwa: Seratus rakaat dengan tulus ikhlas pada malam Nisfu Sya'ban adalah pahalanya sepuluh kali lipat. Hadits riwayat Ad Dailamiy, hadits ini maudhu' tetapi mayoritas perawinya pada jalan ketiga majhul dan dhaif (leman). Imam Syaukani berkata: Hadits yang menerangkan bahwa dua belas rakaat dengan tulus ikhlas pahalanya adalah tiga puluh kali lipat, maudhu'. Dan hadits empat belas rakaat ... dan seterusnya adalah maudhu' (tidakbisa diamalkan dan harus ditinggalkan, pent).
Para fuqaha' banyak tertipu dengan hadits-hadits di atas, seperti pengarang Ihya' Ulumuddin dan lainnya juga sebagian dari mufassirin. Telah diriwayatkan bahwa, shalat pada malam ini, yakni malam Nisfu Sya'ban yang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia itu, semuanya adalah bathil/tidak benar dan haditsnya adalah maudhu'.
Anggapan itu tidak bertentangan dengan riwayat Tirmidzi dari hadits Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pergi ke Baqi' dan Tuhan turun ke langit dunia pada malam Nisfu Sya'ban untuk mengampuni dosa sebanyak jumlah bulu domba dan bulu kambing. Sesungguhnya perkataan tersebut berkisar tentang shalat pada malam itu, tetapi hadits Aisyah ini lemah dan sanadnya munqathi' (terputus) sebagaimana hadits Ali yang telah disebutkan di atas mengenai malam Nisfu Sya'ban, jadi dengan jelas bahwa shalat malam itu juga lemah dasarnya.
Al-Hafizh Al-Iraqi berkata: Hadits (yang menerangkan) tentang shalat Nisfu Sya'ban maudhu' dan pembohongan atas diri Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Dalam kitab Al Majmu', Imam Nawawi berkata: Shalat yang sering kita kenal dengan shalat Raghaib ada (berjumlah) dua belas raka'at dikerjakan antara Maghrib dan Isya' pada malam Jum'at pertama bulan Rajab; dan shalat seratus rakaat pada malam Nisfu Sya'ban. Dua shalat itu adalah bid'ah dan mungkar. Tak boleh seseorang terpedaya oleh kedua hadits itu hanya karena telah disebutkan di dalam buku Quutul Quluub dan Ihya' Ulumuddin. Sebab pada dasarnya hadits-hadits tersebut batil (tidak boleh diamalkan). Kita tidak boleh cepat mempercayai orang-orang yang menyamarkan hukum bagi kedua hadits, yaitu dari kalangan Aimmah yang kemudian mengarang lembaran-lembaran untuk membolehkan pengamalan kedua hadits, dengan demikian berarti salah kaprah.
Syaikh Imam Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Ismail al Muqadaasiy telah mengarang sebuah buku yang berharga; Beliau menolak (menganggap batil) kedua hadits (tentang malam Nisfu Sya'ban dan malam Jum'at pertama pada bulan Rajab), ia bersikap (dalam mengungkapkan pendapatnya) dalam buku tersebut, sebaik mungkin. Dalam hal ini telah banyak pengapat para ahli ilmu; maka jika kita hendak memindahkan pendapat mereka itu, akan memperpanjang pembicaraan kita. Semoga apa-apa yang telah kita sebutkan tadi, cukup memuaskan bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mendapat sesuatu yang haq.
Dari penjelasan di atas tadi, seperti ayat-ayat Al-Qur'an dan beberapa hadits serta pendapat para ulama, jelaslah bagi pencari kebenaran (haq) bahwa peringatan malam Nisfu Sya'ban dengan pengkhususan shalat atau lainnya, dan pengkhususan siang harinya dengan puasa; itu semua adalah bid'ah dan mungkar tidak ada dasar sandarannya dalam syariat ini (Islam), bahkan hanya merupakan pengada-adaan saja dalam Islam setelah masa hidupnya para shahabat radhiallahu 'anhu. Marilah kita hayati ayat Al-Qur'an di bawah:
" Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu."[Al-Maidah : 3]
Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ayat di atas. Selanjutnya Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengada-adakan sesuatu perkara dalam agama (sepeninggalku), yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia tertolak."
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda: "Janganlah kamu sekalian mengkhususkan malam Jum'at daripada malam-malam lainnya dengan suatu shalat, dan janganlah kamu sekalian mengkhususkan siang hariny autk berpuasa daripada hari-hari lainnya, kecuali jika (sebelumnya) hari itu telah berpuasa seseorang di antara kamu." [Hadits Riwayat. Muslim]
Seandainya pengkhususan suatu malam dengan ibadah tertentu itu dibolehkan oleh Allah, maka bukanlah malam Jum'at itu lebih baik daripada malam-malam lainnya, karena pada hari itu adalah sebaik-baik hari yang disinari matahari? Hal ini berdasarkan hadits-hadits
Rasulullah yang shahih.
Tatkala Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam melarang untuk mengkhususkan shalat pada malam hari itu daripada malam lainnya, hal itu menunjukkan bahwa pada malam lain pun lebih tidak boleh dikhususkan dengan ibadah tertentu, kecuali jika ada dalil shahih yang mengkhususkannya/menunjukk
an atas kekhususannya. Menakala malam Lailatul Qadar dan malam-malam blan puasa itu disyariatkan supaya shalat dan bersungguh-sungguh dengan ibadah tertentu. Nabi mengingatkan dan menganjurkan kepada umatnya agar supaya melaksanakannya, beliau pun juga mengerjakannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi
wasallam, bahwasanya beliau bersabda:
"Barangsiapa berdiri (melakukan shalat) pada bulan Ramadhan dengan penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa berdiri (melakukan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lewat." [Muttafaqun 'alaih]
Jika seandainya malam Nisfu Sya'ban, malam Jum'at pertama pada bulan Rajab, serta malam Isra' Mi'raj diperintahkan untuk dikhususkan dengan upacara atau ibadah tentang, pastilah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam menunjukkan kepada umatnya atau beliau menjalankannya sendiri. Jika memang hal itu pernah terjadi, niscaya telah disampaikan oleh para shahabat kepada kita; mereka tidak akan menyembunyikannya,
karena mereka adalah sebaik-baik manusia dan yang paling banyak memberi nasehat setelah para nabi.
Dari pendapat-pendapat ulama' tadi anda dapat menyimpulkan bahwasanya tidak ada ketentuan apapun dari Rasulullah ataupun dari para shahabat tentang keutamaan malam Nisfu Sya'ban dan malam Jum'at pertama pada bulan Rajab. Dari sini kita tahu bahwa memperingati perayaan kedua malam tersebut adalah bid'ah yang diada-adakan dalam Islam, begitu pula pengkhususan dengan ibadah tentang adalah bid'ah mungkar; sama halnya dengan malam 27 Rajab yang banyak diyakini orang sebagai malam Isra' dan Mi'raj, begitu juga tidak boleh dikhususkan dengan ibadah- ibadah tertentu selain tidak boleh dirayakan dengan ibadah-ibadah tertentu selain tidak boleh dirayakan dengan upacara-upacara ritual, berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan tadi.
Demikianlah, maka jika anda sekalian sudah mengetahui, bagaimana sekarang pendapat anda? Yang benar adalah pendapat para ulama' yang menandaskan tidak diketahuinya malam Isra' dan Mi'raj secara tepat. Omongan orang bahwa malam Isra dan Mi'raj itu jatuh pada tanggal 27 Rajab adalah batil, tidak berdasarkan pada hadits-hadits shahih. Maka benar orang yang mengatakan;
"Dan sebaik-baik suatu perkara adalah yang telah dikerjakan oleh para salaf, yang telah mendapat petunjuk. Dan sehina-hina perkara (dalam agama), yaitu perkara yang diada-adakan berupa bid'ah-bid'ah."
Allah lah yang bertanggung jawab untuk melimpahkan taufiq-Nya kepada kita dan kaum muslimin semua, taufiq untuk tetap berpegang teguh dengan sunnah dan konsisten di atasnya, serta waspada terhadap hal-hal yang bertentangan dengannya, karena hanya Allah yang terbaik dan termulia.
Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada hamba-nya dan Rasul-Nya Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam begitu pula atas keluarga dan para shahabat beliau. Amiin.
Artikel terkait masalah ini dapat di lihat pada artikel dengan judul :
- SERBA SERBI BULAN SYA'BAN
- BENARKAH SHALAT DAN PUASA NISFU SYA'BAN ADALAH BID'AH ?
[Disalin dari kitab Waspada Terhadap Bid’ah Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Penerjemah Farid Ahmad Oqbah, Riyadh: Ar-Raisah Al-'Ammah li-IdaratiAl-Buhuts Al-'Ilmiah wa Al-Ifta' wa Ad-Da'wah wa Al-Irsyad, 1413 H]
Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim ia adalah ulama yang jago kungfu dan juga seorang tabib.
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hongkong, Jet Li (dan sekarang film serinya dapat disaksikan di Indosiar).
Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka.
Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.
Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia.
FASILITAS
Fasilitas yang ada di PSB-FEUI adalah :
- OPAC (Online Public Access Catalog) adalah sarana untuk mencari informasi mengenai koleksi yang ada di RLC FEUI dengan menggunakan beberapa komputer. Komputer OPAC tersedia di lantai 2 dan 3 http://rlc.fe.ui.ac.id
- Lobi utama RLC FEUILobi utama merupakan pintu masuk ke seluruh layanan RLC FEUI yang dilengkapi dengan sejumlah sofa, LCD TV, akses internet, dan AC. Pada lobi tersedia lift yang dapat digunakan pengunjung menuju lantai yang diinginkan.
- Ruang Baca. Ruang baca RLC dapat digunakan oleh semua pengguna mulai pukul 08.00 sd 20.00 setiap hari mulai Senin - Jumat, kecuali Sabtu hanya sampai pukul 15.00.
- area koleksi buku penunjang
- area koleksi PDEB
- area koleksi skripsi,tesis, disertasi
- area koleksi majalah/jurnal dan surat kabar
- Ruang Diskusi. Di lantai 3 disediakan 4 ruang diskusi tertutup dan 11 ruang diskusi terbuka dilengkapi dengan whiteboard dan AC. Khusus ruang diskusi besar dilengkapi dengan Infocus dan LCD/layar
- Ruang Seminar. Ruangan ini berkapasitas 100 orang dilengkapi dengan infocus, LCD/layar, whiteboard, AC, ruang coffee break dan ruang pantry kering. Peraturan penggunaan ruang seminar diatur dalam peraturan peminjaman ruangan.
- Ruang Belajar 24 jam. Ruang ini terletak di lantai dasar, pengguna dapat masuk melalui pintu belakang dekat kantin dan dibuka mulai pukul 20.00 - 08.00 WIB. Pada ruangan ini disediakan study currel dan meja belajar. Ruangan ini memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa FEUI terutama pada masa ujian.
- Loker Mahasiswa. Perpustakaan menyediakan loker sebanyak 150 buah yang dapat disewa selama 2 semester (1 tahun) dan dapat diperpanjang.
- Hotspot. Fasilitas hotspot mencakup area layanan dan belajar pada tiap lantai, sehingga mahasiswa akan mudah mengakses fasilitas online database yang dilanggan UI, intenet dan lainnya melalui
Setiap area koleksi, dilengkapi dengan meja baca yang memudahkan pengguna berinteraksi langsung dengan koleksi yang mereka butuhkan seperti :
laptop atau mobile davice mereka
3. Menyimak Eksploratif
Peningkatan serta kemajuan dalam menyimak eksploratif
atau menyimak penjelajahan ini dapat timbul kegiatan-kegiatan yang kita
jelaskan berikut ini :
A) Dalam
memperluasan dan mendalami makna kata, para siswa dapat menyimak pada kata-kata
tertentu yang telah didaftarkan di papan tulis sebelum menyimak suatu pilihan
bacaan.
B) Setelah
menyimak pada seperangkat petunjuk hanya sekali saja, para siswa akan
mengadakan suatu eksperimen sederhana yaitu suatu usaha dalam keahlian atau
konstruksi.
C) Setelah
menyimak, para siswa menulis petunjuk misalnya bagi penyelamatan diri di
pantai.
D) Atau
mereka menyimak informasi baru mengenai suatu topik yang sebagian telah
dipelajari.
Cara yang paling baik untuk
membantu para siswa menyimak informasi ialah melihat apakah mereka menyimak
dengan suatu pertanyaan atau masalah dalam hati. Guru dapat mengajukan berbagai
pertanyaan yang timbul dari diskusi kelas atau yang dikemukaan oleh seorang
siswa secara individual. Guru dapat memikirkan serta merencanakan berbagai
latihan khusus, misalnya :
1) Dia dapat
membuat suatu catatan atau arsip laporan brita dan menerbitkan ujaran-ujaran
yang berisi pertanyaan yang bertentangan, yang telah usang dan tidak terpakai
lagi dan meminta para siswa menyimak secara khusus terhadap kontradiksi dan
pertanyaan yang telah using atau menggelikan.
2) Guru
dapat menulis pertanyaan yang bertentangan itu
untuk simakan kelas seperti : “Ani pergi ke kebun memetik mawar yang
telah layu dan indah untuk ditaruh di dalam pot bunga yang telah pecah di kamar
tamu.”
3) Seluruh
kelas dapat menonton serta menyimak suatu film dengan suatu tujuan utama memikirkan
masalah-masalah yang dapat membimbing diskusi kelompok.
Suatu bentuk menyimak ysng relstif lebih maju bagi
informasi adalah penentuan ide pokouk dalam suatu pilihan yang baru didengar. Agar
memiliki bahan-bahan yang tersedia bagi pembuatan latihan-latihan. Kegiatan tunggal
dalam latihan menuntut para siswa :
a) Memilih
topic pusat yang sebenarnya
b) Dengan
cara yang sama memilih kalimat topic paragraftersebut.
c) Menuliskan,
dalam urutan wajar, suatu topic yang memaikan peranan penting
d) Menulis
suatu pertanyaan bagi masing-masing siswa
e) Memilih
topic inti
f) Memilih
kalimat yang baik untuk mengekspresikan tema
g) Menuliskan
tema tersebut secara bebas
h) Menulis
rangkuman
4. Menyimak Konsentratif
Dalam pembicaraan diatas pun sebenarnya kita tidak
menyinggung kegiatan menyimak konsentratif, bentuk lain dari menyimak
konsentratif yaitu menuntut para siswa untuk memperhatikan urutan ide-ide
sebagai berikut :
a) Permainan
sederhana yang mengikut sertakan anak-anak mengulngi apa-apa yang telah
dikatakan dalam pernyataan kumulatif para siswa terlibih dahulu
b) Tugas
kedua yang menerik adalah memantominkan suatu cerita yang telah disajikan
secara lisan
c) Suatu
tugas alternative
d) Alternatif
lain adalah membuat gambar sesuai dengan adegan cerita tersebut
Erat hubungan dengan menepatan ide-ide utaa serta
penentuan urutan adalah memperhatikan rencana organisasi pembicara. Disinilah siswa
harus pertama kali membaca dan menganalisis bberapa cara mengemukakan suatu
pembicaraan.
Mengiringi pengalaman penting dalam menganalisis kuliah
tertulis, para siswa hendanya menganalisis pula cuplikan rekaman singkat pidato
tertulis yang dibacakan secara lisan oleh guru. Hal-hal lain yang agak
berhubungan dengan pengalaman dalam memperhatikan ide-ide penting yang rencana
organisasi pembicara. Guru pun akan menemukan cara yang baik untuk menyusun
pilihan-pilihan yang menonjolkan detail ilustrasi yang tegas dengan membuat
kliping.
Anak-anak disodori norma untuk menyimak yang baik serta
terlibat dalam menyimak kritis sangat diperlukan dalam kehidupan modern.yang
penting dalam hal ini ialah bahwa
anak-anak dibimbing secara konstan
mengembangkan selera bermutu dalam memilih acara radio atau televise yang
begitu umum dirumah mereka salah satu
dari pelajaran-pelajaran penting yang harus dipetik oleh anak sekolah yang
masih muda itu ialah perbedaan antara fakta dan fantasi, antara kenyataan dan
khayalan, selanjutnya dapat dibedakan antara fakta dan opini serta kenyataan
dan pendapat.
Diposting oleh
Hafish Adli Irsyad
di
07.27
3. Menyimak Eksploratif
Peningkatan serta kemajuan dalam menyimak eksploratif
atau menyimak penjelajahan ini dapat timbul kegiatan-kegiatan yang kita
jelaskan berikut ini :
A) Dalam
memperluasan dan mendalami makna kata, para siswa dapat menyimak pada kata-kata
tertentu yang telah didaftarkan di papan tulis sebelum menyimak suatu pilihan
bacaan.
B) Setelah
menyimak pada seperangkat petunjuk hanya sekali saja, para siswa akan
mengadakan suatu eksperimen sederhana yaitu suatu usaha dalam keahlian atau
konstruksi.
C) Setelah
menyimak, para siswa menulis petunjuk misalnya bagi penyelamatan diri di
pantai.
D) Atau
mereka menyimak informasi baru mengenai suatu topik yang sebagian telah
dipelajari.
Cara yang paling baik untuk
membantu para siswa menyimak informasi ialah melihat apakah mereka menyimak
dengan suatu pertanyaan atau masalah dalam hati. Guru dapat mengajukan berbagai
pertanyaan yang timbul dari diskusi kelas atau yang dikemukaan oleh seorang
siswa secara individual. Guru dapat memikirkan serta merencanakan berbagai
latihan khusus, misalnya :
1) Dia dapat
membuat suatu catatan atau arsip laporan brita dan menerbitkan ujaran-ujaran
yang berisi pertanyaan yang bertentangan, yang telah usang dan tidak terpakai
lagi dan meminta para siswa menyimak secara khusus terhadap kontradiksi dan
pertanyaan yang telah using atau menggelikan.
2) Guru
dapat menulis pertanyaan yang bertentangan itu
untuk simakan kelas seperti : “Ani pergi ke kebun memetik mawar yang
telah layu dan indah untuk ditaruh di dalam pot bunga yang telah pecah di kamar
tamu.”
3) Seluruh
kelas dapat menonton serta menyimak suatu film dengan suatu tujuan utama memikirkan
masalah-masalah yang dapat membimbing diskusi kelompok.
Suatu bentuk menyimak ysng relstif lebih maju bagi
informasi adalah penentuan ide pokouk dalam suatu pilihan yang baru didengar. Agar
memiliki bahan-bahan yang tersedia bagi pembuatan latihan-latihan. Kegiatan tunggal
dalam latihan menuntut para siswa :
a) Memilih
topic pusat yang sebenarnya
b) Dengan
cara yang sama memilih kalimat topic paragraftersebut.
c) Menuliskan,
dalam urutan wajar, suatu topic yang memaikan peranan penting
d) Menulis
suatu pertanyaan bagi masing-masing siswa
e) Memilih
topic inti
f) Memilih
kalimat yang baik untuk mengekspresikan tema
g) Menuliskan
tema tersebut secara bebas
h) Menulis
rangkuman
4. Menyimak Konsentratif
Dalam pembicaraan diatas pun sebenarnya kita tidak
menyinggung kegiatan menyimak konsentratif, bentuk lain dari menyimak
konsentratif yaitu menuntut para siswa untuk memperhatikan urutan ide-ide
sebagai berikut :
a) Permainan
sederhana yang mengikut sertakan anak-anak mengulngi apa-apa yang telah
dikatakan dalam pernyataan kumulatif para siswa terlibih dahulu
b) Tugas
kedua yang menerik adalah memantominkan suatu cerita yang telah disajikan
secara lisan
c) Suatu
tugas alternative
d) Alternatif
lain adalah membuat gambar sesuai dengan adegan cerita tersebut
Erat hubungan dengan menepatan ide-ide utaa serta
penentuan urutan adalah memperhatikan rencana organisasi pembicara. Disinilah siswa
harus pertama kali membaca dan menganalisis bberapa cara mengemukakan suatu
pembicaraan.
Mengiringi pengalaman penting dalam menganalisis kuliah
tertulis, para siswa hendanya menganalisis pula cuplikan rekaman singkat pidato
tertulis yang dibacakan secara lisan oleh guru. Hal-hal lain yang agak
berhubungan dengan pengalaman dalam memperhatikan ide-ide penting yang rencana
organisasi pembicara. Guru pun akan menemukan cara yang baik untuk menyusun
pilihan-pilihan yang menonjolkan detail ilustrasi yang tegas dengan membuat
kliping.
Anak-anak disodori norma untuk menyimak yang baik serta
terlibat dalam menyimak kritis sangat diperlukan dalam kehidupan modern.yang
penting dalam hal ini ialah bahwa
anak-anak dibimbing secara konstan
mengembangkan selera bermutu dalam memilih acara radio atau televise yang
begitu umum dirumah mereka salah satu
dari pelajaran-pelajaran penting yang harus dipetik oleh anak sekolah yang
masih muda itu ialah perbedaan antara fakta dan fantasi, antara kenyataan dan
khayalan, selanjutnya dapat dibedakan antara fakta dan opini serta kenyataan
dan pendapat.
Kungfu adalah suatu cabang beladiri yang terkenal di dunia. Banyak
film-film yang mengangkat tema tentang kungfu, dengan aktornya yang
hebat. Berikut 10 aktor kungfu terbaik sepanjang sejarah:
10. Leung Kar Yan

Leung Kar Yan merupakan actor dan sautradara film laga Hong Kong. Uniknya sama sekali tidak pernah mempelajari kungfu secara formal. Leung Kar Yan mempelajari kungfunya dengan otodidak. Cukup dengan melihat sang penata laga, dia sudah dapat menirukannya dengan sempurna. Mulanya dia hanya sering menjadi cameo saja. Baru tahun 1978 saat bermain dalam film yang disautradarai oleh Sammo Hung dia mulai diperhitungkan. Bahkan performanya di Warriors Two (1978) sebagai Mr. Tsang (Master Wing Chung di dunia nyata) dianggap sebagai penampilan terbaiknya.
Leung Kar Yan merupakan actor dan sautradara film laga Hong Kong. Uniknya sama sekali tidak pernah mempelajari kungfu secara formal. Leung Kar Yan mempelajari kungfunya dengan otodidak. Cukup dengan melihat sang penata laga, dia sudah dapat menirukannya dengan sempurna. Mulanya dia hanya sering menjadi cameo saja. Baru tahun 1978 saat bermain dalam film yang disautradarai oleh Sammo Hung dia mulai diperhitungkan. Bahkan performanya di Warriors Two (1978) sebagai Mr. Tsang (Master Wing Chung di dunia nyata) dianggap sebagai penampilan terbaiknya.
9. Lo Mang
Lo Mang adalah pemain laga veteran. Dia banyak bermain di dilm produksi Shaw Brothers pada akhir 70-an hingga awal 90an. Lo Mang merupakan orang yang paling terkenal dari Venom Club sebagai Venom Mob. Filmnya yang paling terkenal adah Five Deadly Venoms dan Kid with The Golden Arm. Lo Mang adalah artis bela diri yang ahli dan merupakan pelatih Tai Che Tuan. Sekarang dia masih aktif dalam industri TV di Hong Kong. Terkadang dia juga terlibat dalam film sebagai actor yang memiliki tipe komedi. Selain itu Lo Mang juga aktif sebagai koreografi laga dalam beberapa produksi.
8. Donnie Yen
Sejak awal ia sudah diakui sebagai ahli silat. Di usianya yang masih 14 tahun dapat mengalahkan pelatih dojo Taekowondo bersabuk hitam. Usia 19 tahun dinobatkan sebagai juara Wu Shu tahunan AS. Sebagai orang perfilman, ia berkutat di Hong Kong, Hollywood, sampai 20 tahun lebih baru memiliki hasil karya yang dibanggakan bermakna mendalam yakni film Ip Man. Keunikan seorang Donnie Yen adalah dia tidak pernah mandek dalam berkreasi. Gaya-gaya bela dirinya semakin lama semakn berkembang. Donnie mempelajari aliran lain seperti tarung bebas ala MMA ataupun Jiujitsu. Secara pribadi saya menilai, Donnie layak disebut sebagai pengganti Bruce Lee karena karakternya yang suka bereksperimen itu. Coba perhatikan gerakan-gerakan dalam film Sa Po Lang, Flash Point, atau Ip Man, tentu kita akan disuguhkan gaya bertarung yang fresh dalam ketiga film itu. Praktis di saat aktor yang lainnya tenggelam, Donnie di usianya malah merambat naik.
7. gordon Liu
Bagi para penggemar Sun Go Kong a.k.a. Kera Sakti mungkin sudah tak asing lagi dengan nama satu ini. Dia berperan sebagai Gu Mo Ong sang siluman kerbau yang mata keranjang. Namun perlu diketahui bahwa Gordon Liu ini adalah actor bela diri yang sangat tangguh. Di eranya dulu gerakan-gerakannya sebagai biksu shaolin sangat memukau. Dan mungkin karakter sebagai biksu shaolin inilah yang begitu melekat pada film-film Shaw Brothers di tahun 80-an. Gordon terkenal di Hollywood saat dia membintangi Dwilogi Kill Bill.
6. Hwang Jang Lee
Hwang Jang Lee adalah seorang actor laga Hong Kong yang sebenarnya berdarah Korea. Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenalnya saat disebutkan nama Hwang Jang Lee. Namun saat kita melihat wajahnya maka kita akan segera mengenalnya sebagai Silver Fox (salah satu karakter antagonis yang diperankannya) atau Thunderfoot (musuh Jackie Chan dalam Drunken Master). Hwang Jang Lee memang lebih terkenal sebagai karakter antagonis. Tapi walau demikian tidak jarang dari kita yang berdecak kagum dengan kemahiran bela dirinya itu. Pada masanya mungkin dialah yang pertama kali memperagakan dua kali tendangan kaki dalam satu lompatan yang lazim terlihat di jaman sekarang. Dia juga menemukan beberapa gerakan akrobatik yang pada saat itu tidak pernah terpikirkan oleh orang lain.
5. Yuen Biao
Yuen Biao memiliki keahlian khusus dalam seni bela diri kungfu dan telah
bekerja dalam lebih dari 80 film sebagai aktor, stuntman dan
koreografi aksi laga. Bersama-sama dengan “saudaranya” lulusan dari
Sekolah Opera Peking, Sammo Hung dan Jackie Chan, ia adalah salah satu
dari anggota Seven Little Fortunes.
Di awal-awal tahun 1970an, Yuen mulai bekerja sebagai seorang
stuntman dan peran pembantu. Setelah berperan dalam beberapa film Yuen
menjadi seorang stunt untuk Bruce Lee di film Enter the Dragon (1973).
Dia juga adalah salah satu “tiruan” dari Bruce Lee dalam film Game of
Death (1978), melakukan berbagai macam gerakan akrobatik dan stunt
dimana Bruce Lee “body double” (Taekwondo expert, Tai Chung Kim) tidak
dapat melakukannya. Yuen tetap bekerja sebagai seorang stuntman, dan
juga sebagai aktor di dunia industri perfilman Hong Kong.
Akhir tahun 1970an dan awal-awal tahun 1980an, berkat hubungan baiknya Sammo Hung dan Jackie Chan, ia mulai bekerja secara rutin sebagai aktor. Selain itu ia juga muncul dalam beberapa peran kecil dalam beberapa film seperti Hung trilogi Lucky Stars.
Akhir tahun 1970an dan awal-awal tahun 1980an, berkat hubungan baiknya Sammo Hung dan Jackie Chan, ia mulai bekerja secara rutin sebagai aktor. Selain itu ia juga muncul dalam beberapa peran kecil dalam beberapa film seperti Hung trilogi Lucky Stars.
4. Jet Li
Siapa yang tak kenal master Wong Fei Hung? Seorang tabib china yang juga jago kungfu. Kisah Wong Fei Hung diangkat ke layer lebar melalui Once Upon a Time in China. Dan saat itu Jet Li lah yang berperan sebagai legenda bangsa China itu. Peran Jet Li sebagai mater Wong benar-benar begitu hidup dan melekat. Jet Li adalah 1 dari sekian banyak aktor yang tak pernah mengenyam pendidikan formal dalam bidang akting. Terlahir dengan nama Li Lian Jie pada tanggal 26 April 1963 di Beijing, Jet Li mengawali karirnya di dunia film dari Wushu.
Jet Li mulai mempelajari ilmu bela diri ini sejak ia berumur 8 tahun. Banyak sudah medali yang ia peroleh dari menjadi atlet Wushu ini.
Saat terjadi booming film-film Kung Fu di Cina sekitar tahun 80-an, daya tarik dunia peran ini mempesona Jet Li yang belum juga berusia 20 tahun. Jet Li terjun ke dunia film dalam film pertamanya SHAOLIN TEMPLE.
3. Jackie Chan
Jackie Chan adalah aktor, sutradara, stuntman dan penyanyi yang terkenal dengan kebiasaannya yang tidak pernah menggunakan pemain pengganti dalam adegan-adegan berbahaya dalam film-filmnya. Selain ‘seni’ perkelahian yang digunakan dalam adegan-adegannya. Dan salah satu film yang membuatnya naik daun adalah Trilogi Police Story. Jackie yang selalu bermain beradegan kung fu di hampir semua film-filmnnya, berbeda di film terbarunya SHINJUKU INCIDENT. Ia tidak beradegan kung fu dan juga tidak berperan sebagai sutradara sebagaimana film-film Jackie terdahulu.
2. Sammo Hung
Sammo Hung adalah seorang aktor, produser dan sutradara film laga Hong Kong yang cukup dikenal akan hasil kerja dalam bidang seni bela diri Cina dan dunia perfilman di Hong Kong. Ia pernah menjadi koreografi pertarungan untuk beberapa orang terkenal, seperti, Bruce Lee, Jackie Chan, King Hu, Stephen Chow dan John Woo. Hung adalah tokoh yang sangat penting yang membawa gelombang perubahan baru di Hong Kong di tahun 1980an, membantu perkembangan seni bela diri dan memulai Jiang Shi genre (mayat penghisap darah).
Hung juga dikenal sebagai “Dai Goh”, sampai pembuatan film Project A, yang menampilkan kedua aktor terkenal tersebut. Karena Hung adalah yang tertua diantara mereka, kung fu “brothers”, dan yang pertama kali terkenal di dnia perfilman, maka ia mendapatkan nama julukan baru, “Dai Goh Dai”, yang artinya, Saudara Tertua atau Saudara yang Tertua
1. Bruce Lee

Bruce Lee dikenal sebagai aktor aktion legendaris China yang populer dengan film-film silatnya. Selain sebagai aktor, Lee juga seorang produser film, yang memproduksi film-film Hongkong, di samping terkenal juga sebagai seorang master kung fu dan penulis buku. Pria yang juga memiliki nama Li Xiao Long ini, mengeluti dunia akting sejak usia balita, di mana ayahnya yang juga pemain opera sering mengajak dirinya bermain di pangung. Hingga akhirnya pada usia 18 tahun, ia telah membintangi 20 film. Dimana film-film terkenal yang dibintanginya di antaranya WAY OF THE DRAGON, ENTER THE DRAGON, FIST OF FURY, THE GREEN HORNET, dan lain-lain. Tidak hanya film yang menjadi karya Lee, aktor yang menempuh ilmu filsafat selama kuliah itu juga seorang penulis buku. Selain juga menciptakan sebuah seni bela diri yang ia diberi nama Jeet Kune Do, yang dipadukan dari ilmu bela diri, fisika dan ajaran tao yang selama ini dipelajarinya.


