Tampilkan postingan dengan label Biography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biography. Tampilkan semua postingan

Biografi Singkat : MESUT ÖZIL









Mesut ozil, demikianlah sebutan untuk pemain ini. Dia merupakan salah satu talenta terbesar jerman dan Sejak cideranya michael ballack dia menjadi andalan timnas jerman. Pemuda sopan berambut jabrik ini sejak lama menjadi sensasi, terhitung dari tahun 2007 persatuan sepakbola Jerman dan Turki memperebutkan pria kelahiran Gelsenkirchen ini bak memperebutkan bocah yang hilang. Akhirnya, Özil menolak tawaran turki dan bermain untuk tim nasional Jerman. Dan Sejak itu Özil secara resmi menanggalkan kewarganegaraan Turki dan beralih menjadi Jerman. Meski tim nasional Turki menuntut kembalinya 'si anak hilang'. Demikian sepenggal kisah ozil sang sutradara lapangan tengah berdarah Turki yang memilih untuk meninggalkan tanah leluhurnya.

Kebintangan mesut ozil mencuat sejak bergabung dengan klub Werder Bremen, Bremen menggaet Ozil dari Schalke pada 31 Januari 2008 dengan nilai transfer EUR 4,3 juta. Dia dikontrak sampai 30 Juni 2011. Di musim pertama bersama Bremen, Ozil langsung menjadi starter yang selalu terlihat berbahaya saat bola berada di kakinya. Özil memiliki kelebihan di kaki kiri. Dengan kemampuan mengolah bola, jago tendangan bebas, dan jago memberi assits,Dia menjadi andalan di lini tengah Werder Bremen.Bersama Bremen dia mengantarkan juara Piala Jerman (DFB Pokal) tahun 2009, yang pada final melawan Bayer Leverkusen yang berakhir 1- 0 itu, dia mencetak satu-satunya gol untuk kemenangan werder bremen.

Selain mengantarkan werder bremen juara, Mesut Ozil terpilih sebagai pemain terbaik Bundesliga paruh musim 2009-2010. Penentuan pemilihan pemain bola terbaik Bundesliga tersebut diadakan harian olahraga Jerman Kicker. Kemenangan Ozil diperoleh setelah menyisihkan dua kandidat kuat lainnya, yaitu striker Bayer Leverkusen Stefan Kiessling, yang juga merupakan top scorer sementara Bundesliga diurutan kedua dengan 22,9 persen suara serta gelandang kawakan Hamburg SV, Ze Roberto yang berada di urutan ketiga dengan perolehan 9,6 persen suara. Ozil sendiri didukung 38,1 persen di antara 228 pemain yang menjadi responden.

Untuk karir internasionalnya, Özil dipanggil untuk tim U-17 Jerman pada bulan September 2006. Dan kemudian di tahun 2007 ia telah menjadi pasukan tim U-21 Jerman. Puncaknya pada tanggal 29 Juni 2009 Özil menjadi man of the match pada final Piala Eropa U-21 dimana kala itu Jerman menundukkan Inggris dengan skor 4-0 , Ozil sang maestro menyumbangkan 1 gol dan 2 assist pada laga tersebut. Penampilannya yang menawan di tim U-21 membuat pelatih jerman Joachim Loew memberikan kesempatan kepadanya untuk masuk tim senior Jerman. Debut pertamanya untuk tim nasional yaitu pada saat Jerman melakoni pertandingan persahabatan kontra Norwegia pada tanggal 11 Februari 2009. Dan kini Mesut Özil menjadi salah satu 'tank tempur' muda tim panzer. “Oezil adalah hadiah bagi sepak bola Jerman”.ujar loew.

Sebagai pemain yang beragama muslim ,mesut ozil tidak lupa menglafalkan ayat-ayat suci al-quran sebelum bertanding dan menganggap dirinya peraduan dua budaya. Turki dan Jerman. "Teknik dan rasa mengolah bola berasal dari Turki yang juga leluhur saya. Adapun disiplin, sikap, dan keinginan selalu sempurna di lapangan merupakan bagian diri saya sebagai orang Jerman," ujar pemain kelahiran 15 October 1988 itu.

Hubungan asmara mesut ozil baru tercium saat Perayaan ulang tahun ke-111 Werder Bremen , Gelandang Jerman berusia 21 tahun itu telah menjalin hubungan dengan Anna-Maria Lagerblom. Hubungan mereka sudah terjalin sejak Mei 2009, tapi baru ketika perayaan itulah mereka berdua tampil di depan publik."Saya tak mau mengomentari pertanyaan tentang kehidupan pribadi," ucap Oezil sambil tersenyum . Anna-Maria adalah adik dari penyanyi Jerman yaitu Sarah Connors yang pada bulan Juni 2010 telah berganti agama yaitu Islam sesuai dengan keyakinan Ozil.

Biografi Linda Lee Cadwell

Linda Lee Cadwell (born Linda C. Emery; March 21, 1945) is an American teacher and the widow of martial arts master and actor Bruce Lee.

 

Life and career

Cadwell was born in Everett, Washington, the daughter of Vivian and Everett Emery. Her family was Baptist and of Swedish and English descent. Linda met Bruce Lee while she was attending Garfield High School, where Bruce came to give a Kung Fu demonstration; he was attending the University of Washington at the time. Eventually, she became one of his Kung Fu students when she was attending the University of Washington as a pre-medical student.
She continued to take Kung Fu lessons from him while attending college. They married on August 17, 1964; Linda was a few credits short of graduation from the University of Washington. They had two children together, Brandon Lee and Shannon Lee. Bruce Lee had opened his own Kung Fu school at the time and was teaching Jeet Kune Do. Bruce Lee died suddenly on July 20, 1973 of cerebral edema.
Linda was remarried to Tom Bleecker in 1988, but they divorced in 1990. She married stockbroker Bruce Cadwell in 1991 and they live in Boise, Idaho. In 1996, Bleecker published a book on his version of how Bruce Lee died. Linda Lee Cadwell attempted to stop its publication, but was unsuccessful.[citation needed]
Her son Brandon Lee, an actor like his father, died in a fatal shooting accident on a movie set while filming The Crow on March 31, 1993, nearly twenty years after his father's death. Brandon's fiancee, Eliza Hutton, was involved in an out-of-court settlement with the producers of The Crow in 1993, and was instrumental in having the film released in 1994.
Cadwell has continued to promote Bruce Lee's martial art Jeet Kune Do. She retired in 2001, and her daughter Shannon (who is now in charge of the Lee family estate), together with son-in-law Ian Keasler, run the Bruce Lee Foundation, a non-profit organization dedicated to teaching Bruce Lee's philosophy on martial arts and his writing on philosophy.

Books

Linda wrote the 1975 book Bruce Lee: The Man Only I Knew (ISBN 0-446-89407-9), on which the 1993 feature film Dragon: The Bruce Lee Story was based. She was portrayed by actress Lauren Holly in the film adaptation.[6] Lee also wrote the 1989 book The Bruce Lee Story (ISBN 0897501217).

Biography for Shannon Lee




 
Date of Birth
19 April 1969, Los Angeles County, California, USA
Birth Name
Shannon Emery Lee
 
Height
5' 9" (1.75 m)

Spouse
Ian Keasler (August 1994 - present) 1 child


Trivia
Younger sister of Brandon Lee.
Daughter of Bruce Lee and Linda Lee Cadwell
Her Cantonese name is Lee Heung Yee; her Mandarin name is Lee Siang Yee.
Lives in Pacific Palisades, California.
Majored in music at Tulane University in New Orleans.
Is of German, Chinese, and Swedish descent.
Granddaughter of actor Hoi-Chuen Lee
In 2000 it was strongly suggested that she stop acting because of the deaths of her father and brother. Both died because of strange circumstances while working on their fifth movie. She finished work on her fifth movie in 2001 still alive.
Niece of Robert Lee


Personal Quotes
I'm definitely the lazy one in my family. I used to ask my mom if Dad ever, like, veged out on the couch watching TV or anything. She said no, that both he and Brandon were far more active.
[Concerning the Lee Family Curse Allegations or Conspiracy Theories] I shrug that stuff off. I don't believe in it and find it to be good fodder for folks looking to gossip or ruminate on creepy stories. If I really felt cursed, I would probably be afraid to live my life, and life is meant to be lived.

Where Are They Now
Now hosting WMAC MASTERS, a show in which martial artists compete against one another
(March 2009) Serves as the CEO of the Bruce Lee Enterprises. Shannon currently oversees the licensing of her father's name and likeness.



Biography for Brandon Lee

 

Date of Birth

1 February 1965, Oakland, California, USA

Date of Death
31 March 1993, Wilmington, North Carolina, USA (accidental gunshot wound from faulty prop revolver)

Birth Name
Brandon Bruce Lee
Height 
6' (1.83 m)

Mini Biography
He was born on February 1, 1965 to Bruce Lee (Martial Arts idol) and Linda Lee Cadwell. Brother to Shannon Lee. In 1965, they moved to Hong Kong where Brandon became fluent in Cantonese by the age of 8. He attended Boston's Art-Oriented Emerson College in Massachusetts. He studied Martial Arts and drama, like his father. In 1983, he was expelled from school because of misbehavior, but received his diploma at Miraleste High School. He was in Rapid Fire (1992), Showdown in Little Tokyo (1991) and a few more films, including The Crow (1994). He turned down offers to be in Dragon: The Bruce Lee Story (1993). Bruce died (while filming) at the age of 32, of what is to be believed, a brain hemorrhage. Brandon died at the age of 28 on the set of The Crow (1994). The film crew shot a scene in which it was decided to use a gun without consent from the weapons coordinator, who had been sent home early that night. They handed Michael Massee the gun loaded with full power blanks and shot the scene, unaware a bullet head from an inert round had accidentally been lodged in the barrel. Even though the gun was pointed away from Lee, the force from the blank curved the flight of the bullet head and it shattered his spinal cord. The crew only noticed when Lee was slow getting up. The doctors worked desperately for five hours, but it was no use. After his spinal cord was shattered, he had no chance of survival. He was pronounced dead at 1:04 P.M. the next day. He was supposed to marry Eliza Hutton on April 17, 1993. His body was flown to Seattle to be buried beside his father in Lake View Cemetery.
IMDb Mini Biography By: Caryn Liles

Mini Biography
Born in Oakland, California, USA, Brandon Lee spent the first eight years of his life in Hong Kong. By the time he was able to walk, he was already involved in learning about martial arts from his father, martial arts expert and famed actor Bruce Lee. After Bruce Lee's untimely death, Brandon, his mother Linda Lee Cadwell (an American of Swedish heritage), and his sister Shannon Lee moved to Los Angeles. He attended high school in Los Angeles, where he realized that he had also inherited acting ability along with his martial arts skills. He continued his education and interest in acting at Emerson College in Massachusetts, where he majored in theatre. Having chosen an acting career, Lee took his work seriously. He studied at the Strasberg Academy, with Eric Morris in New York and in Los Angeles, and in Lynette Katselas' class in Los Angeles. His first professional job as an actor came at age twenty, when casting director Lynn Stalmaster asked him to read for a CBS television film, Kung Fu: The Movie (1986) (TV). Lee's first role in a feature film was Long zai jiang hu (1986) (aka "Legacy of Rage" (1986)) for D.M. Films of Hong Kong, followed by a co-starring role in Showdown in Little Tokyo (1991).
IMDb Mini Biography By: Anonymous


Trade Mark
Usually played a character on the wrong side of the law


Trivia
Killed while filming the movie The Crow (1994) by a projectile shot from a gun firing blanks.
Lived in Hong Kong for a couple of years as a little boy.
Spoke Cantonese.
At the time of his death, was engaged to Eliza Hutton.
Older brother of Shannon Lee.
Interred at Lake View Cemetery, Seattle, Washington, USA.
Had blonde hair as a baby.
His Chinese star sign is the Dragon. He was born on Chinese New Year's eve, last day of the dragon.
Was first asked to play the role of Bruce Lee in his father's biopic. The role was later given to Jason Scott Lee.
Was in talks with filmmakers about making Rapid Fire 2.
Was to be married in Mexico on April 17th 1993.
Dedication at the end of Lee's last film, The Crow (1994), reads "For Brandon and Eliza (Hutton)".
He is of Chinese, Swedish descent, English and German descent.
Since his father (Bruce) is of German-Chinese descent and his mother (Linda) is of Swedish and English descent (she has blonde hair and blue eyes), Brandon was born with blond hair which is very unusual for a person of mixed race. However, as he aged, his hair color changed to brown.
The apple never falls far from the tree: Brandon played the character "Jake Lo" in Rapid Fire (1992); his father Bruce Lee played the character "Billy Lo" in The Game of Death (1978).
Nephew of Robert Lee
Grandson of actor Hoi-Chuen Lee.
Growing up in Bruce's shadow wasn't always easy for the younger Lee. As a child, Brandon was about to sign up with a local martial-arts studio...until he noticed a large poster of his dad on the wall; Brandon ran from the dojo in tears. Later, as a teenager, he dropped out of two different high-schools (once, after an "altercation" with the vice-principal).
He was a troubled youngster but an outstanding surrogate-parent. When his actress-sister Shannon Lee and a friend were arrested for underage- joyriding in their mom's car, Brandon sat her down and gave her a classic "It's Okay To Have Fun But Don't Ever Take It Too Far" lecture. Indeed, Shannon claims that if Brandon had lived to see her wedding day, he would have walked her down the aisle.


Personal Quotes
I don't want to be remembered as 'the son of Bruce Lee'
I always had a pretty good knack for raising hell.
Because we do not know when we will die, we get to think of life as an inexhaustible well. And yet everything happens only a certain number of times, and a very small number really. How many more times will you remember a certain afternoon of your childhood, an afternoon that is so deeply a part of your being that you cannot conceive of your life without it? Perhaps four, or five times more? Perhaps not even that. How many more times will you watch the full moon rise? Perhaps twenty. And yet it all seems limitless.
[About The Crow (1994)] "It's a story about justice for victims".
[About The Crow (1994)] "I've done other films with violence in them, but I must say I've never done anything where I felt the violence was as justified as it is in this...This is justice".
I've done my work and I'm happy with it...I respect my father very much, but I'm a very different person than he was.
"I don't know if I was destined to play this role, but I feel very fortunate to be doing so." (on his last film, "The Crow")
"The trip reinforced my suspicions that, despite my Pacific Rim heritage, I'm about as American as you get." (explaining that he feels no particular affinity for Asia and does not want to live there)
"It's either in the genes, or I watched too many of his movies as a kid" (on why his film roles echo those of his dad)
"It's such an intensely personal thing for me.. I'd probably have been a little too crazy" (On why he refused the role in Dragon: The Bruce Lee Story (1993)).
A fight can express things people might not be able to say with words.
"It's funny, [...] for that sequence the director just said, say something insulting to him, it doesn't matter what. So I said something pretty insulting, and they didn't subtitle it, and they never asked me what it meant. [..] (Laughter)" (on the insult he says in Cantonese in the movie "Rapid Fire")
You only have the burdens on you that you choose to put there.
All I can tell you is that you cannot make choices in your own career, either career choices or choices when you're actually working as an actor, based on trying to downplay or live up to a comparison with somebody else. You just can't do that. You have to do your own work based on your own gut, your own instincts, and your own life.
[About "The Crow"] "It's a story about justice for victims."
[About Eric Draven] He has something he has to do and he is forced to put aside his own pain long enough to go do what he has to do."
[on why moving on after grief is important to realize your own dreams and purpose] Sometimes a personal tragedy provides the impetus we need to move on in life. It's easy to become stuck. We get lazy and we don't want to change. Change can be such a hassle. That's not to say that everyone requires a tragedy in their lives in order to get their ass moving, to take some kind of action or make some kind of decision: but if it happens, it can be definitely open your eyes. It can make you look at life differently, it can change your whole world, 'Why did this have to happen? What have I done? Why couldn't it have been somebody else?' Sometimes it can make you a better person, Or a different person.

Salary
The Crow (1994) $750,000
Rapid Fire (1992) $270,000
Showdown in Little Tokyo (1991) $250,000
Long zai jiang hu (1986) $200,000

Bruce Lee Biograph




Bruce Lee

Bruce Lee(27 November 1940 – 20 Juli 1973) adalah salah satu master seni beladiri.Nama lengkap dia adalah Bruce Jun Fan Lee . Tinggi badan 5 setengah kaki dengan berat 135 pon. Menciptakan seni beladiri JKD (Jeet Kune Do) yang di dapat dari penelitiannya berdasarkan ilmu fisika Newton dan teknik serta prinsip olah raga anggar Eropa , tinju ala Barat, Wing Chun (Muridnya Ip-Man), Taekwondo , prinsip seni bela diri ini adalah menahan serangan kepalan tangan atau kaki. "The Way of the Intercepting Fist ", kata Bruce Lee.

Bruce Lee juga mempunyai murid - murid yaitu :

* Karem Abdul-Jabbar
* Joe Louis
* Chuck Norris
* Mike Stone


Bruce Lee juga membuat beberapa filosifi atau qoutes yaitu :

*“I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times.”

*“using no way as a way, using no limitations as a limitation.”

*“Simplicity is the key to brilliance”

*“Always be yourself, express yourself, have faith in yourself, do not you go out and look for a successfull personality an duplicate it.”

*“Empty your mind, be formless, shapeless - like water. Now you put water into a cup, it becomes the cup, you put water into a bottle, it becomes the bottle, you put it in a teapot, it becomes the teapot. Now water can flow or it can crash. Be water, my friend.”

*“Real living is living for others.”

*"If i tell you im good,you would probably think im boasting. If i tell you im no good, you know im lying"

(masih bnyk yg lainnya)


Bruce Lee dikenal juga sebagai aktor aktion legendaris China yang populer dengan film-film Kungfunya. Meski demikian Lee terlahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 27 November 1940 dan besar di Hongkong.

Selain sebagai aktor, Lee juga seorang produser film, yang memproduksi film-film Hongkong, di samping terkenal juga sebagai seorang master kung fu dan penulis buku.

Pria yang juga memiliki nama Li Xiao Long ini, mengeluti dunia akting sejak usia balita, di mana ayahnya yang juga pemain opera sering mengajak dirinya bermain di pangung. Hingga akhirnya pada usia 18 tahun, ia telah membintangi 20 film. Dimana film-film terkenal yang dibintanginya di antaranya WAY OF THE DRAGON, ENTER THE DRAGON, FIST OF FURY, THE GREEN HORNET, dan lain-lain.

Tidak hanya film yang menjadi karya Lee, aktor yang menempuh ilmu filsafat selama kuliah itu juga seorang penulis buku. Buku-buku karyanya berjudul Chinese Gung-Fu: The Philosophical Art of Self Defense (Bruce Lee's first book) dan The Tao of Jeet Kune Do (Published posthumously). Selain juga menciptakan sebuah seni bela diri yang ia diberi nama Jeet Kune Do, yang dipadukan dari ilmu bela diri, fisika dan ajaran tao yang selama ini dipelajarinya.

Lee yang pernah masuk dalam 100 Most Important People of the Century versi majalah TIME itu berakhir dengan kematiannya yang masih penuh dengan tanda tanya. Suami Linda Lee itu meninggal di Hong Kong, saat dalam penyiapan film GAME OF DEATH.

Prediksi kematiannya pun bermacam, mulai dari penyakit yang tidak terdeksi sebelumnya hingga kemungkinan obat-obatan yang dikonsumsinya. Namun demikian, ia sebelumnya mengkonsumsi Analgesic (obat penghilang nyeri) yang diberikan koleganya bernama, Betty Ting Pei, di mana dirinya sebenarnya alergi terhadap obat tersebut.

Di daerah di china juga terdapat patung Bruce Lee. Itu sebagai kebanggaan rakyat china karena memiliki seorang ahli bela diri yg di lahirkan di negaranya


tambahan info nih gan. selain ahli beladiri dan filsafat ternyata Bruce Lee juga seorang seniman. Dia ahli membuat lukisan. (gambar lukisan lgi dlm pencarian)

Bruce Lee juga mampu melakukan push up dengan 2 jari , 1inc puch , dan tendangan sidekicknya yg sangat hebat

asal mula sakuragi hanamichi

hanamichi_real
Bagi Anda semua penggemar komik atau anime jepang mungkin sudah tidak asing lagi dengan karakter Hanamichi Sakuragi. Hanamichi Sakuragi lahir pada tahun 1968 dari keluarga sederhana. Ibunya meninggal saat dia masih anak2.
Tanpa kasih sayang dari sang ibu, dia menggunakan kekerasan (menjadi petarung jalanan) untuk menyelesaikan
masalahnya. Untuk seorang remaja dia sangat tinggi (175cm) pada usia 12 tahun dan tubuhnya jadi terlatih
karena sering berkelahi. Suatu hari, ia berkelahi dengan seorang siswa di sport zone, universitas tokyo.
Kemampuannya berkelahi, kecepatannya dan kekuatan fisiknya menarik perhatian pelatih basket dan menawari
hanamichi untuk bergabung dengan tim basketnya.

Pada suatu latih tanding, pada umur 17 tahun (189cm), melawan tim nasional jepang, hanamichi menunjukkan
kemampuan yang sangat mengejutkan dengan mencetak 33 poin. Walaupun timnya kalah dengan hanya menvetak 59 poin
(59-115), pertandingan tersebut telah menjadi pertandingan pertama yang menggembirakan bagi hanamichi.
Hanamichi menjadi pusat perhatian dan mendapat sebutan sebagai “The Hope of The Japanese Basketball” alias
harapan bagi dunia basket jepang.
Beberapa tahun kemudian, ayahnya jatuh sakit. Hanamichi pulang kembali ke Tokyo. Setelah sampai di Tokyo
ia langsung menuju rumah sakit tempat ayahnya dirawat. Namun ketika menyeberang jalan, ia tertabrak mobil yang melaju
dengan kecepatan tinggi. Meski mempunyai tubuh sekeras besi, efeknya terlalu kuat. Hanamichi pingsan lalu dia segera
dibawa ke rumah sakit namun ia telah meninggal sebelum sampai kamar operasi. Ia meninggal pada usia 18 tahun.
Dunia basket jepang benar-benar hancur karena telah kehilangan bintang masa depannya. Penulis komik, Takehiko Inoue,
menciptakan serial komik “Slam Dunk” berdasarkan kisah masa muda Hanamichi Sakuragi.
Keren ya, ternyata ada versi asli dari karakter kartunnya ya?
sumber: kaskus.

YIP MAN HISTORY 1



Yip Man tokoh yang dikenal pada film IP Man yang diperankan oleh Donnie Yen adalah guru kungfu dari legenda kungfu Bruce Lee. Yip Man adalah Legenda Kungfu yang membawa aliran Wing Chun, ia lahir pada 1 Oktober 1893 dan Meninggal Dunia 2 Desember 1972, selama hidupnya ia mendedikasikan untuk mengajarkan Kungfu China. Cerita aslinya mungkin banyak berbeda dengan filmnya, tapi intinya hampir sama.

Yip Man dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya dan berpengaruh yang merupakan pemilik peternakan dan dua baris rumah kuno besar sepanjang seluruh sebuah jalan di kota Futshan, provinsi Guangdong. Di tengah perkebunan ini ada kuil leluhur dari klan Yip. Di sanalah Master Chan Wah Shun mengajar Wing Chun Kuen kepada beberapa siswa pilihan.

Yip Man, yang merupakan putera kedua tertua dari keluarganya, menikmati pendidikan khusus. Menurut putra tertua Yip Man, Yip Chun, ayahnya lahir pada tahun 1893. Namun, ada beberapa siswa Yip man yang menyebutkan bahwa Yip Man dilahirkan Sekitar 1898 atau awal 1895. Kapanpun Yip Man Lahir, di sekitar usia sebelas tahun ia mulai tertarik pada Wing Chun Kuen setelah setelah menonton kelas seni bela diri yang dilakukan oleh Master Chan Wah Shun di kuil leluhur keluarganya. Chan Wah Shun Menyewa Tempat ini untuk tujuan mengajar seni bela diri karena ia tidak punya gimnasium sendiri.

Yip Man, yang dari keluarga kaya dan dihormati, diharapkan untuk menekuni bidang akademis dalam sastra, puisi, seni dan filsafat Konfusianisme. Namun, Yip Man sering menyelinap untuk menonton Chan Shun Wah Menggembleng muridnya. Melihat praktek hari demi hari, Yip Man menjadi lebih dan lebih tertarik lagi dengan teknik-teknik bela diri dan keterampilan yang ditampilkan oleh Master Chan Wah Shun.



Suatu hari akhirnya, dia langsung menemui Chan Wah Shun dan memintanya untuk diizinkan untuk bergabung dalam Kelas Wing Chunnya Master Chan Wah Shun berpikir si anak mungkin hanya bercanda, jadi ia mengatakan bahwa setiap orang untuk menjadi murid harus membayar biaya registrasi awal 3 tael perak dan jika anak itu punya 3 tail perak, ia akan mengakui dia. Mendengar itu, Yip Man bergegas pulang penuh dengan semangat. Segera ia membawa kembali 3 tail perak sesuai persyaratan. Master Chan Wah Shun terkejut melihat apa yang dilakukan anak itu. Dia Bertanya dapat uang dari mana kepada anak itu. Anak itu menjawab bahwa ia sudah tahu bahwa ia membutuhkan 3 tail perak untuk diterima, sehingga ia mulai menyimpan uang beberapa waktu lalu.

Chan Wah Shun tidak percaya anak itu dan berpikir bahwa ia pasti telah mencuri uang itu dari suatu tempat. Jadi ia tidak menerima Yip man sebagai muridnya. Yip Man tidak punya pilihan lain kecuali untuk pulang dan mendesak ibunya untuk Menemui Chan Wah Shun. Ketika Yip dan Ibunya kembali ke kuil, Chan Wah Shun Berbicara dengan ibu Yip Man. Chan Wah Shun menyebutkan Yip Man cukup berbakat untuk belajar Wing Chun Kuen. ibu Yip Man sangat senang mendengar itu dan mengatakan bahwa jika Chan Wah Shun setuju untuk menerima anaknya, dia tidak akan ragu-ragu untuk mengizinkan anaknya untuk mengambil studi tentang Wing Chun Kuen.

Sejak saat itu Yip Man menjadi murid termuda dan terakhir Chan Wah Shun. Menurut majalah New Bela Diri Hero ', Yip Man mengatakan bahwa Gurunya pada saat itu sudah 70 tahun dan meskipun sedikit lemah, ia masih Berusaha memperbaiki kesalahan Yip Man dengan kesabaran. Selain itu, Chan Wah Shun Menyuruh siswa yang lain untuk Membantu Yip Man. Dengan cara itu Teknik Wing Chun Yip diperbaiki dengan cepat. Yip Man hanya bisa berlatih selama tiga tahun sebelum Master Chan Wah Shun meninggal.



Namun, sebelum Chan Wah Shun meninggal, dia mengingatkan murid sulungnya Ng Chung untuk merawat Yip Man. Yip Man melanjutkan studinya di bawah Ng Chung sampai insiden terjadi di mana Yip Man, 16 tahun, membunuh seseorang dalam perkelahian. Tapi Karena orang tuanya sangat kaya dan memiliki koneksi yang baik, mereka dapat mengirim anak mereka hampir seketika ke Jepang untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dengan pihak berwenang.

Kemudian Yip Man pergi ke Hong Kong untuk melanjutkan studi akademis di St Stephen's College di Stanley. Ini adalah sekolah menengah kelas atas untuk anak-anak dari keluarga kaya dan orang asing yang tinggal di Hong Kong.


Yip Man adalah Seorang pembuat onar dan dia sangat cepat masuk ke dalam perkelahian dan bahkan pada suatu kesempatan dia memukuli penjaga pintu sekolah. Setelah enam bulan di Hong Kong, salah satu temannya dengan nama Lai yang ayahnya memiliki pabrik sutra besar di Jervois Street di Sheung Wan, memberi tahu Yip Man bahwa ada seorang pria tua yang tinggal di rumah mereka dan tahu seni bela diri. Orang ini mengundang Yip Man untuk pertukaran teknik. Yip Man tidak pernah kalah sampai dengan saat itu dan sangat percaya diri dengan ketrampilan Wing Chunnya.

Pria ini, Leung Bik, meminta Yip Man untuk menunjukkan nya Wing Chun Kuen yang awalnya dmn Yip Man melakukannya dengan senang dan setelah itu Leung Bik menunjukkan sejumlah kekurangan dalam keterampilan Yip Man. Yip Man marah dan pada suatu saat ketika Yip Man diminta untuk Menunjukkan Chi-Sao (suatu bentuk pelatihan sensitivitas yang digunakan dalam Wing Chun Kuen) Yip Man berpikir bahwa ia memiliki kesempatan untuk memberikan orang tua tersebut pelajaran, Yip Man segera melemparkan pukulan, yang dialihkan dengan mudah oleh Leung Bik.Dan Tiba2 Yip Man tergeletak di lantai, bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi.

Yip Man sangat marah dan bergegas keluar, Namun keesokan harinya ketika dia sudah mulai tenang dan bertanya siapa Leung Bik itu, ia menyadari bahwa ia harus banyak belajar dari orang ini. Dia kembali ke Leung Bik, minta maaf dan memintanya untuk Menjadikannya sebagai seorang siswanya.Selama empat tahun berikutnya, sampai kematian Leung Bik, Yip Man mengolah keterampila Wing Chunnya di bawah bimbingan master ini.

Leung Bik sangat pintar dan analitis sebagai guru, selain kemampuan bela dirinya yang sangat membuat Yip Man Terkesan akhirnya Yip Man menjadi produk dari dua Master - satu pejuang yang baik dan Satu guru yang baik.




BEBERAPA KEHEBATAN YIP MAN KETIKA BERADA di FUTSHAN

Menyetujui tantangan penjahat

Ada perampok dengan nama Tsu Ping yang kejam, kuat dan terampil dalam seni bela diri. Polisi setempat Mengejar dia untuk waktu yang cukup lama. Suatu hari Skuad Yip Man diberitahu bahwa perampok sudah terlihat di Futshan. Yip Man memimpin beberapa detektif untuk meletakkan perangkap bagi perampok. Dia diberitahu bahwa perampok itu ganas dan bersenjata, dan berbahaya untuk menyerangnya dengan senjata api di jalan yang ramai.

Dia mengatakan kepada mereka bahwa pertama ia akan berurusan dengan dia dan ketika perampok itu menerkam, maka mereka akan bergegas untuk menangkapnya, tapi sebelum itu mereka harus bersembunyi di beberapa sudut tersembunyi. Segera perampok mengarah kepadanya.Yip Man berjalan ke arahnya berpakaian rapi dan lembut, Yip Man tidak menyebabkan perampok khawatir. Perampok melewatinya dengan santai, kemudian Yip Man berbalik dan memanggil nama perampok itu.

Perampok itu menjadi curiga dan mulai berlari. Tapi Yip Man melangkah maju dan mencengkeram kerah perampok itu yang sedang mencoba untuk menarik pistol. Yip Man bergulat tangan dengan perampok itu, perampok itu melawan. Tapi tangan Yip Man terlalu kuat untuk perampok pada saat ini detektif lain bergegas ke depan dan memborgol perampok terkenal itu dan membawanya kembali ke kantor polisi. Ketika perampok itu diinterogasi, ia mengakui semua tuduhan terhadap dirinya. Dia hanya menyesali bahwa ia tidak pernah bermimpi bahwa ia akan ditangkap oleh seorang terpelajar Yang lembut, Yip Man tersenyum dan berkata, "Kau panggil aku orang terpelajar Apakah kau bisa mengalahkan aku dengan teknikmu?." perampok itu berkata, "Jika aku diijinkan untuk melawan dengan tangan Anda kosong, saya dapat mengalahkan mu dalam satu menit." Setelah mendengar ini, Yip Man meminta anak buahnya untuk melapaskan pria itu dan menjanjikan kepadanya bahwa jika ia bisa menang, ia akan dibebaskan.

Kemudian keduanya bersiap untuk bertarung di aula kantor detektif, perampok bersiap dan menyerang dengan pukulan yang terlihat cepat dan kuat. Yip Man menghindar ke kiri dan kanan, berusaha untuk menjaga dirinya mengelak pada awalnya dan menghindari untuk melakukan kontak langsung dengan perampok. Dia menunggu kesempatan. Tiba-tiba, ketika perampok itu baru saja menyelesaikan sebuah pukulan balik, Yip Man maju, menyambar pergelangan tangan perampok dengan tangan kanannya dan menekan siku perampok dengan tangan kirinya, dan menariknya ke bawah dengan kuat dan perampok itu kehilangan keseimbangan dan jatuh ke depan.

Kemudian, Yip Man mengangkat kaki kanannya untuk mendaratkan lutut ke atas dada sang perampok. perampok itu langsung jatuh ke lantai. Sejak insiden ini, Yip Man terkenal sebagai detektif-sarjana tidak bersenjata dari Futshan.

History Bruce Lee

Bruce Lee, His Wife Linda and His Son Brandon
bruce lee
Tahun 1940 adalah tahun naga, pada tahun itu di suatu rumah sakit di San Fransisco lahirlah Lee Hsiao Lung. Dokter yang menangani kelahiran bayi itu, memberinya nama Inggris, Bruce. Demikianlah sang legenda terlahir.

Saat berusia 6 tahun Bruce kecil sudah berakting untuk pertama kalinya dalam film berjudul “A Beginning Of A Boy”. Hal ini tidak mengherankan karena ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film.


Bruce adalah anak yang rapuh bahkan ia termasuk anak yang susah makan. Sehingga ketika dia terlibat perkelahian ala jalanan ia mengalami kekalahan. Waktu itu ia berumur 14 tahun. Setelah berdiskusi dengan ibunya, ia memutuskan belajar seni bela diri.

Jenis ilmu bela diri yang ia pelajari adalah Wing Chun, ia berguru dengan Sifu Yip Man. Ia juga berguru dengan master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja. Disamping itu Bruce Lee juga mendapat ketrampilan anggar dari ayahnya. Ada satu hal unik, Bruce Lee tidak hanya mahir beladiri. Ternyata ia pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bruce lee ingin sekali menguji keahlian kungfunya dalam perkelahian yang sesungguhnya. Maka ia pun terlibat dalam perkelahian jalanan. Polisi memberi peringatan kepada ibunya jika Bruce tidak menghentikan ulahnya maka ia akan ditahan. Lalu ayahnya membuat keputusan untuk mengirim Bruce ke Amerika agar menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.Dengan berbekal 100 US$ berangkatlah ia ke tanah kelahirannya San Fransisco dengan kapal laut. Dalam perjalanan Bruce masih sempat mencari uang dengan memberi kursus tari cha-cha.

Di San Fransisco, Bruce dititipkan kepada teman ayahnya, Ruby Chow, pemilik sebuah restoran. Bruce pun ikut bekerja di restoran tersebut. Setelah menyelesaikan SMA, Bruce masih giat membina fisiknya. Baginya tidak cukup sekedar menjadi ahli seni bela diri yang baik, ia harus menjadi yang terbaik.

Bruce pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Seattle dan mengambil jurusan filsafat. Di universitas tersebut ia bersua dengan sesama teman dari Asia bernama Taki Kimura Kimura pernah mengalami serangkaian serangan rasialis. Didasari belas kasihan, Bruce memotivasi Kimura untuk meningkatkan harga dirinya dengan cara melatih dia seni beladiri. Inilah cikal bakal sekolah seni beladiri kungfu dan tidak lama kemudian sekolah itu pun berdiri. Sekolah ini terbuka untuk umum atau bagi siapa saja yang berminat. Berbeda sekali dengan di Hong Kong. Di Hong Kong, kung fu adalah ilmu rahasia yang tidak boleh sembarangan diajarkan kepada orang. Hanya orang terhormat saja yang boleh mempelajari kung fu.

Tahun 1961 ia berjumpa dengan seorang gadis bernama Linda Emery. Mereka jatuh cinta, menikah, lalu lahirlah Brandon disusul Shannon dua tahun kemudian.

Tahun 1964, dalam suatu turnamen karate, Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan satu inchi yang legendaris. Seorang producer acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Lalu ia melakukan pendekatan pada pihak Bruce Lee. Setelah melalui screening test, akhirnya Bruce mendapat peran sebagai kato dalam film Green Hornet. Kato hanyalah peran pembantu dalam film itu, namun popularitasnya mengalahkan peran utamanya, terlebih di Hong Kong

Van Williams, bintang utama Green Hornet, menceritakan tentang banyaknya stunt-man terluka karena gerakan Bruce, akibatnya sukar mencari stunt-man yang bersedia bekerja dengan Bruce. Bruce juga memiliki gerakan yang teramat cepat untuk ditangkap oleh kamera sehingga Bruce terpaksa memperlambat pergerakannya.

Setelah proyek “Green Hornet” usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama “Lee Jun Fan, Gung Fu Institute”. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.

Di sekolah yang baru itu pula lah Bruce menciptakan teknik Jeet Kune Do, teknik memotong serangan. Bruce berpendapat memotong serangan lebih baik dan lebih cepat dari pada menahan lalu melakukan serangan.

Tahun 1967, Bruce membintangi “A Man Called Ironside”, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.

Dengan pertimbangan tertentu Bruce memutuskan melanjutkan karir filmnya di Hong Kong. Beberapa film dibintanginya, sekarang Bruce sudah dianggap sebagai pahlawan nasional. Tidak puas dengan itu semua, dia membuka perusahaan sendiri karena ia ingin menulis skenario, menyutradarai, sekaligus membintangi film selanjutnya. Lagi-lagi Bruce berhasil, beberapa film produksi perusahaannya laris manis di pasaran.

Setelah berbagai film dibuat dan berbagai kesuksesan diraih, pada tanggal 10 Mei 1973 Bruce tiba-tiba pingsan selama setengah jam saat mengisi dubbing untuk “Enter The Dragon”. Dokter memberinya resep Manatol, obat untuk mengatasi gejala brain swelling (pengembangan otak).

Pada 20 Juli 1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film “Game of Death”. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.

Misteri Di Balik Kematian Bruce Lee
Kabar kematian Bruce Lee sangat mengejutkan, bahkan banyak yang tidak percaya. Berbagai spekulasi tentang kematiannya bermunculan, seperti:

1. Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
2. Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
3. Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
4. Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
5. Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu

Terlepas dari spekulasi tersebut, fakta medis menyebutkan Bruce meninggal setelah mengalami koma karena Cerebral Edema, pembengkakan otak karena cairan yang berlebih.

Berikut ada hal2 yg mungkin anda tidak tau mengenai Bruce Lee.

1. Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.
2. Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.
3. Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.
4. Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya.
5. Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul “My Definite Chief Aim” terjual seharga US$29,500.
6. Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.
7. Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.
8. Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.
9. Bruce Lee mempopulerkan teknik ‘one inch punch’ yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.
10. Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dgn geng lain. Ia berpikir kalau teman2 gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang rame2.
11. Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.
12. Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dgn tidak pilih2, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dgn tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain. Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tsb dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung dalam beberapa detik. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep “Jeet Kune Do”.
13. Film Dragon The Bruce Lee Story yg diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda. Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dgn beban yg terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.
14. Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku “Tao of Jeet Kune Do” yg menjadi best seller.
15. Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yg dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.

Akidah Imam Abu Hanifah -rohimahulloh-.



Akidah Imam Empat Madzhab
Bismillahirrohmanirrohim… Segala puji bagi Alloh tuhan semesta alam, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Alloh, aku (juga) bersaksi bahwa pimpinan kita, Muhammad, adalah seorang hamba dan rosul-Nya, penghulu para orang terdahulu dan orang yang datang kemudian. Ya Alloh, curahkanlah sholawat dan salam yang langgeng dan abadi kepada beliau, beserta para nabi dan rosul yang lainnya, serta keluarga, dan semua sahabatnya, Amin. Waba’du.
Akidahnya Imam empat: Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad -rohimahumulloh- adalah akidah yang satu, yakni akidah yang datang dari Alquran dan Sunnah Shohihah. Dan di sini telah kami kumpulkan banyak perkataan mereka yang gamblang dalam menjelaskan akidahnya, agar para pembaca yang budiman tahu, bahwa mereka itu sepakat dalam hal akidah (tauhid). Dan segala puji bagi Alloh yang telah memudahkan dan menolong kami dalam menyelesaikan tulisan ini, sekali lagi hanya dari Alloh semata keutamaan dan pemberian ini.
Biografi Imam Abu Hanifah -rohimahulloh-.
Beliau bernama: An-Nu’man bin Tsabit bin Zuthi, At-Taimi dari hamba sahayanya, kunyah beliau: Abu Hanifah. Beliau berjuluk: Ahli fikihnya wilayah Irak, imamnya madzhab hanafi, dan salah satu dari empat imamnya Ahlussunnah.
Beliau lahir dan tumbuh dewasa di daerah Kufah. Ketika muda, beliau belajar fikih kepada Hammad bin Abu Sulaiman al-Asy’ari.
Beliau banyak mendengar dan meriwayatkan dari para ulama generasi tabi’in, seperti: Atho’ bin Abu Robah, Nafi’ budaknya Ibnu Umar, Asy-Sya’bi, az-Zuhri dan yang lainnya.
Banyak pula ulama yang meriwayatkan dari Imam Abu Hanifah, diantaranya: Hammad (anaknya), Zufar, Hudzail, Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani, Abu Yusuf Al-Qodhi, dan yang lainnya.
Beliau adalah orang yang zuhud dan waro’. Yazid bin Hubairoh, yang merupakan walikota wilayah irak pada masa pemerintahan Marwan bin muhammad, menginginkan agar beliau mau menjadi qodhi, tapi beliau menolaknya. Begitu pula Al-Manshur Al-Abbasi menginginkan beliau menjadi qodhi setelah itu, tapi beliau menolaknya, beliau mengatakan: “Aku tidak cocok menjadi qodhi!” maka Al-mansur pun bersumpah agar beliau mau menerima jabatan itu, tapi Beliau balik bersumpah tidak akan menerimanya. Maka Al-manshur pun memenjarakannya hingga beliau wafat. Ada yang mengatakan dialah yang membunuh beliau dengan racun. Ada juga yang mengatakan beliau wafat ketika sedang sholat (semoga Alloh merahmati beliau).
Beliau adalah orang yang luas ilmunya dalam berbagai disiplin ilmu Islam, beliaulah yang banyak mengandaikan banyak kejadian, bagaimana bila benar-benar terjadi, lalu memberikan hukumnya dengan qiyas. Beliau juga mengembangkan ilmu fikih dengan banyak permasalahannya yang sangat luas.
Beliau termasuk orang yang super hati-hati dalam menerima hadits, sangat pemilih dengan hadits dan para perowinya, hal itu disebabkan banyaknya hadits-hadits palsu dan dhoif yang tersebar di negerinya pada masa hidupnya. Beliau wafat di Kota Bagdad, pada usianya yang ke-70 tahun. (Lihat biografi beliau dalam: Al-A’lam 9/4, Tarikh Baghdad 13/323-378, Wafayatul A’yan 5/405, Al-Mas’udi 3/304, Al-bidayah wan Nihayah 10/107, Tadzkirotul Huffazh 1/168, Al-Ibar 1/214, An-Nujumuz Zahiroh 2/12, Murujudz Dzahab 2/304, Al-Ma’arif 495, Da’irotul Ma’arif Islamiyah, biografi Abu Hanifah)
AKIDAH IMAM ABU HANIFAH -rohimahulloh-.
قال الإمام أبو حنيفة: لا يوصف الله تعالى بصفات المخلوقين، وغضبه ورضاه صفتان من صفاته بلا كيف، وهو قول أهل السنة والجماعة، وهو يغضب ويرضى ولا يقال: غضبه عقوبته، ورضاه ثوابه. ونصفه كما وصف نفسه أحد صمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد، حي قادر سميع بصير عالم، يد الله فوق أيديهم، ليست كأيدي خلقه، ووجهه ليس كوجوه خلقه
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alloh ta’ala tidak boleh disifati dengan sifatnya para makhluk, sifat marah dan ridho adalah dua sifat dari banyak sifat-Nya dengan tanpa mempertanyakan bagaiamana wujudnya. Ini adalah perkataan Ahlussunnah waljama’ah, Dia itu bisa marah dan Dia juga bisa ridho. Tidak boleh dikatakan: bahwa marah-Nya adalah siksaan-Nya, dan ridho-Nya adalah pahala-Nya. Kita menyifati-Nya sebagaimana Dia menyifati diri-Nya, yang esa, yang semua membutuhkan-Nya, tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang menyamai-Nya. Dia lah yang maha hidup, maha berkuasa, maha melihat, dan maha mengetahui. Tangan Alloh berada di atas tangan makhluk-Nya, tidak seperti tangan makhluk-Nya, dan wajah-Nya juga tidak seperti wajah-wajah makhluk-Nya”. (Al-Fikhul Absath, hal: 56)
قال الإمام أبو حنيفة: وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن، فما ذكره الله تعالى في القرآن، من ذكر الوجه واليد والنفس فهو له صفات بلا كيف، ولا يقال: إن يده قدرته أو نعمته؛ لأن فيه إبطالَ الصفة، وهو قول أهل القدر والاعتزال
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alloh ta’ala memiliki tangan, wajah, dan dzat, sebagaimana Alloh menyebutnya dalam Alqur’an. Dan apa yang disebutkan Alloh dalam Alqur’an, seperti wajah, tangan, dan dzat, maka itu merupakan sifat bagi-Nya, dengan tanpa mempertanyakan bagaimana wujudnya. Tidak boleh dikatakan: bahwa tangan-Nya adalah kekuasaan-Nya, karena yang demikian itu termasuk menafikan sifat, dan itu merupakan perkataan kelompok qodariyah dan mu’tazilah…” (Al-Fikhul Akbar, hal: 302)
قال البزدوي: العلم نوعان علم التوحيد والصفات، وعلم الشرائع والأحكام. والأصل في النوع الأول هو التمسُّك بالكتاب والسُّنة ومجانبة الهوى والبدعة ولزوم طريق السنُّة والجماعة، وهو الذي عليه أدركنا مشايخنا وكان على ذلك سلفنا أبو حنيفة وأبو يوسف ومحمد وعامة أصحابهم. وقد صنف أبو حنيفة – رضي الله عنه – في ذلك كتاب الفقه الأكبر، وذكر فيه إثبات الصفات وإثبات تقدير الخير والشر من الله
Al-Bazdawi mengatakan: “Ilmu itu ada dua jenis: ilmu tauhid dan sifat, dan ilmu hukum dan syariat. Adapun jenis pertama, maka dasarnya adalah berpegang teguh dengan Alquran dan Assunnah, menjauhi hawa nafsu dan bid’ah, serta menetapi jalan Ahlussunnah waljama’ah. Itulah jalan yang ditempuh oleh para syeikh yang kami temui, dan itu pula jalannya Abu Hanifah, Abu Yusuf, Muhammad, dan mayoritas sahabatnya. Dan Imam Abu Hanifah -semoga Alloh meridhoinya- telah mengarang kitab fikih akbar, dan didalamnya menyebutkan penetapan sifat dan takdir dari Alloh, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk…”. (ushul bazdawi, hal: 3. Kasyful Asror 1/7-8)
قال الإمام أبو حنيفة: لا ينبغي لأحد أن ينطق في ذات الله بشيء، بل يصفه بما وصف به نفسه، ولا يقول فيه برأيه شيئاً تبارك الله تعالى ربّ العالمين
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Tidak pantas bagi siapapun, mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan dzat Alloh. Tapi (yang benar adalah) menyifati-Nya dengan sifat yang diterangkan oleh-Nya, dan tidak mengatakan apapun di dalamnya dengan pendapatnya, maha suci dan maha tinggi Alloh, tuhan semesta alam”. (syarah Akidah thohawiyah 2/427, dan jala’ul ainain, hal: 368 )
سئل الإمام أبو حنيفة عن النزول الإلهي، فقال: ينزل بلا كيف
Imam Abu Hanifah pernah ditanya tentang turunnya Alloh (ke langit dunia), maka beliau menjawab: “Dia turun, entah bagaimana wujudnya”. (akidah salaf ash-habil hadits, hal: 42, Al-Asma’ was shifat lil baihaqi, hal: 456, Syarhut thohawiyah, hal: 245, Syarhul fiqhil Akbar lil qori, hal: 60)
قال الملاَّ علي القاري بعد ذكره قول الإمام مالك: “الاستواء معلوم والكيف مجهول…”: اختاره إمامنا الأعظم – أي أبو حنيفة – وكذا كل ما ورد من الآيات والأحاديث المتشابهات من ذكر اليد والعين والوجه ونحوها من الصفات. فمعاني الصفات كلها معلومة وأما كيفيتها فغير معقولة؛ إذْ تَعقُّل الكيف فرع العلم لكيفية الذات وكنهها. فإذا كان ذلك غير معلوم؛ فكيف يعقل لهم كيفية الصفات. والعصمة النَّافعة من هذا الباب أن يصف الله بما وصف به نفسه، ووصفه به رسوله من غير تحريف ولا تعطيل ومن غير تكييف ولا تمثيل، بل يثبت له الأسماء والصفات وينفي عنه مشابهة المخلوقات، فيكون إثباتك منزهاً عن التشبيه، ونفيك منزَّهاً عن التعطيل. فمن نفى حقيقة الاستواء فهو معطل ومن شبَّهه باستواء المخلوقات على المخلوق فهو مشبِّه، ومن قال استواء ليس كمثله شيء فهو الموحِّد المنزه
Setelah menyebutkan perkataan Imam Malik: “Sifat istiwa’ itu diketahui (maknanya), sedangkan bagaimana bentuknya itu tidak diketahui…”, Al-Mulla Ali Al-Qori mengatakan: “Inilah yang dipilih oleh Imam kami yang mulia -yakni Abu Hanifah-, begitu pula semua sifat yang datang dari banyak ayat maupun hadits mutasyabihat (dari sisi hakekatnya), yang menyebutkan sifat tangan, mata, wajah, dan banyak sifat yang sejenisnya. Semua makna sifat-sifat itu bisa dipahami, adapun bagaiamana bentuknya maka itu tidak bisa dinalar, karena memikirkan bagaimana bentuknya adalah cabang dari mengetahui bagaimana bentuk dzat dan hakikatnya. Dan jika hal itu tidak diketahui, maka bagaiamana mereka bisa memikirkan bagaimana bentuk sifat-Nya?!. Pintu keselamatan yang sangat bermanfaat dalam bab ini adalah, dengan menyifati Alloh dengan sifat yang diterangkan oleh-Nya dan Rosul-Nya, dengan tanpa merubah dan menafikannya, serta tanpa mempertanyakan bagaimana wujudnya dan menyerupakannya. Tapi (yang benar adalah) dengan menetapkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-sifat, dan menafikan dari-Nya penyerupaan-Nya dengan para makhluknya. Sehingga penetapanmu bebas dari penyerupaan, dan penafianmu bebas dari penghapusan sifat. Maka barangsiapa menafikan hakekat istiwa’ maka ia menjadi orang menafikan sifat-Nya, sedang barangsiapa menyerupakan istiwa’nya dengan istiwa’nya para makhluk, maka ia menjadi orang yang menyerupakan sifat-Nya (dengan sifatnya para makhluk), adapun barangsiapa yang mengatakan: istiwa’-Nya itu tidak seperti istiwa’nya yang lain, maka dialah orang yang mensucikan dan mentauhidkannya”. (Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih 8/251)
قال الألوسي الحنفيُّ: أنت تعلم أن طريقة كثير من العلماء الأعلام وأساطين الإسلام الإمساك عن التأويل مطلقاً مع نفي التَّشبيه والتجسيم. منهم الإمام أبو حنيفة، والإمام مالك، والإمام أحمد، والإمام الشافعيَّ، ومحمد بن الحسن، وسعد بن معاذ المروزيُّ، وعبد الله بن المبارك، وأبو معاذ خالد بن سليمان صاحب سفيان الثوري، وإسحاق بن راهُويه، ومحمد بن إسماعيل البخاري، والترمذي، وأبو داود السجستاني
Imam Al-Alusi Al-Hanafi mengatakan: “Kamu tahu bahwa jalannya banyak ulama besar dan para pengabdi islam adalah sama sekali tidak menta’wil sifat Alloh, sekaligus menafikan penyerupaan dan penjasmanian, diantara para ulama besar itu adalah: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Muhammad bin Hasan, Sa’d bin Mu’adz al-marwazi, Abdulloh bin Mubarok, Abu Mu’adz Kholid bin Sulaiman (sahabatnya Sufyan Ats-Tsauri), Ishak bin Rohuyah, Imam Bukhori, Imam At-Tirmidzy, dan Imam Abu Dawud As-Sijistani…” (Ruhul Ma’ani, 2/456)
قال الإمام أبو حنيفة: ولا يشبه شيئاً من الأشياء من خلقه، ولا يشبهه شيء من خلقه، لم يزل ولا يزال بأسمائه وصفاته
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Dia sama sekali tidak menyerupai makhluknya, sebaliknya tidak ada sesuatupun dari makhluknya yang menyerupainya, Dia tetap dan akan terus dengan nama-nama dan sifat-sifatNya…” (Al-Fikhul Akbar, hal: 301)
قال الإمام أبو حنيفة: وصفاته بخلاف صفات المخلوقين يعلم لا كعلمنا، ويقدر لا كقدرتنا، ويرى لا كرؤيتنا، ويسمع لا كسمعنا، ويتكلَّم لا ككلامنا
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Sifat-sifat Alloh itu tidak seperti sifat-sifatnya para makhluk, Dia mengetahui tapi tidak seperti pengetahuan kita, Dia berkuasa tapi tidak seperti kekuasaan kita, Dia melihat tapi tidak seperti penglihatan kita, Dia mendengar tapi tidak seperti pendengaran kita, dan Dia berbicara tapi tidak seperti berbicaranya kita…” (Al-Fikhul Akbar, hal: 302)
قال الإمام أبو حنيفة: لا يوصف الله تعالى بصفات المخلوقين
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alloh ta’ala tidak boleh disifati dengan sifat-sifatnya para makhluk. (Al-Fikhul Absath, hal: 56)
قال الإمام أبو حنيفة: وصفاته الذاتية والفعلية: أما الذاتية فالحياة والقدرة والعلم والكلام والسمع والبصر والإرادة، وأما الفعلية فالتخليق والترزيق والإنشاء والإبداع والصنع وغير ذلك من صفات الفعل لم يزل ولا يزال بأسمائه وصفاته
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Sifat-sifat Alloh itu (ada dua): Dzatiyah dan Fi’liyah. Contoh sifat dzatiyah, seperti: memiliki kehidupan, kekuasaan, perkataan, pendengaran, penglihatan, dan kehendak. Adapun contoh sifat fi’liyah, seperti: Menciptakan, memberi rizki, menumbuhkan, memulai, membuat, dan sifat-sifat pekerjaan-Nya yang lainnya. Dia tetap dan akan terus dengan nama-nama dan sifat-sifatNya”. (Al-Fikhul Akbar, hal: 301)
قال الإمام أبو حنيفة: ولم يزل فاعلاً بفعله، والفعل صفة في الأزل، والفاعل هو الله تعالى، والفعل صفة في الأزل والمفعول مخلوق وفعل الله تعالى غير مخلوق
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alloh akan terus dengan perbuatan-Nya. Perbuatan-Nya adalah sifat azali, dan pelakunya adalah Alloh ta’ala. Perbuatan-Nya adalah sifat azali, dan obyek perbuatannya itu makhluk, sedang perbuatan Alloh ta’ala, itu bukan makhluk”. (Al-Fikhul Akbar, hal: 301)
قال الإمام أبو حنيفة: من قال لا أعرف ربي في السماء أم في الأرض فقد كفر، وكذا من قال إنه على العرش، ولا أدري العرش أفي السماء أم في الأرض
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Barangsiapa mengatakan: aku tidak tahu Tuhanku, apa Dia di langit atau di bumi, maka ia telah kafir! Begitu pula orang yang mengatakan: Sesungguhnya Dia di atas Arsy, tapi aku tidak tahu Arsy, apakah di langit atau di bumi?” (Al-Fikhul Absath, hal: 49. Majmu’ fatawa Ibnu Taimiyah 5/48. Ijtima’ juyusy islamiyah, hal: 139. Al-Uluw lidz Dzahabi, hal: 101-102. Al-Uluw libni Qudamah, hal: 116. Syarah thohawiyah libni Abil Izz, hal: 301)
قال الإمام أبو حنيفة للمرأة التي سألته أين إلهك الذي تعبده؟ قال: إن الله سبحانه وتعالى في السماء دون الأرض، فقال رجل: أرأيت قول الله تعالى: {وَهُوَ مَعَكُمْ} قال: هو كما تكتب للرجل إني معك وأنت غائب عنه
Ada wanita bertanya kepada Imam Abu Hanifah: “Dimana tuhanmu yang kau sembah itu?”. Beliau menjawab: “Sesungguhnya Alloh subhanahu wata’ala di atas langit, bukan di bumi”. Lalu ada seorang lelaki mengatakan: “Bukankah kau tahu firman Alloh ta’ala: Dia (Alloh) itu bersama kalian?!” (surat Al-Hadid:4). Maka beliau mengatakan: “Itu seperti kamu menulis surat kepada orang lain: sungguh aku bersamamu, padahal kamu tidak bersamanya”. (Al-Asma’ was Shifat, hal: 429)
قال الإمام أبو حنيفة: والقرآن غير مخلوق
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alqur’an itu bukan makhluk”. (Al-Fikhul Akbar, hal: 301)
قال الإمام أبو حنيفة: ونقر بأن القرآن كلام الله تعالى غير مخلوق
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Kami mengikrarkan bahwa Alqur’an itu kalamulloh, bukan makhluk. (al-Jawahirul Manfiyah fi syarhi washiyatil Imam, hal: 10)
قال الإمام أبو حنيفة: ونقر بأن الله تعالى على العرش استوى من غير أن يكون له حاجة
Imam Abu Hanifah mengatakan: “Kami mengikrarkan bahwa Alloh ta’ala berada di atas Arsy, dan Dia tidak membutuhkannya. (Syarhul Washiyah, hal: 10) (Bersambung… Akidah Imam Malik -rohimahulloh-)
sumber: http://addariny.wordpress.com/2009/10/24/akidah-imam-abu-hanifah-rohimahulloh/

Bruce Lee

Bruce Lee
Bruce Jun Fan Lee
Laki-Laki
San Francisco, California, AS, 27 November 1940




Biografi :

Bruce Lee dikenal sebagai aktor aktion legendaris China yang populer dengan film-film silatnya. Meski demikian Lee terlahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 27 November 1940 dan besar di Hongkong.

Selain sebagai aktor, Lee juga seorang produser film, yang memproduksi film-film Hongkong, di samping terkenal juga sebagai seorang master kung fu dan penulis buku.

Pria yang juga memiliki nama Li Xiao Long ini, mengeluti dunia akting sejak usia balita, di mana ayahnya yang juga pemain opera sering mengajak dirinya bermain di pangung. Hingga akhirnya pada usia 18 tahun, ia telah membintangi 20 film. Dimana film-film terkenal yang dibintanginya di antaranya WAY OF THE DRAGON, ENTER THE DRAGON, FIST OF FURY, THE GREEN HORNET, dan lain-lain.

Tidak hanya film yang menjadi karya Lee, aktor yang menempuh ilmu filsafat selama kuliah itu juga seorang penulis buku. Buku-buku karyanya berjudul Chinese Gung-Fu: The Philosophical Art of Self Defense (Bruce Lee's first book) dan The Tao of Jeet Kune Do (Published posthumously). Selain juga menciptakan sebuah seni bela diri yang ia diberi nama Jeet Kune Do, yang dipadukan dari ilmu bela diri, fisika dan ajaran tao yang selama ini dipelajarinya.

Lee yang pernah masuk dalam 100 Most Important People of the Century versi majalah TIME itu berakhir dengan kematiannya yang masih penuh dengan tanda tanya. Suami Linda Lee itu meninggal di Hong Kong, saat dalam penyiapan film GAME OF DEATH.

Prediksi kematiannya pun bermacam, mulai dari penyakit yang tidak terdeksi sebelumnya hingga kemungkinan obat-obatan yang dikonsumsinya. Namun demikian, ia sebelumnya mengkonsumsi Analgesic (obat penghilang nyeri) yang diberikan koleganya bernama, Betty Ting Pei, di mana dirinya sebenarnya alergi terhadap obat tersebut.

Mengenal Imam Muslim

Kita semua tentu mengetahui bahwa sumber hukum utama dalam Islam adalah Al Qur’an dan hadits Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam. Tentang Al Qur’an, tentu tidak perlu diragukan lagi kebenaran dan keontetikannya. Namun berkaitan dengan hadits Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam, banyak sekali upaya dari musuh-musuh Islam serta orang-orang munafik yang ingin merancukan ajaran Islam dengan membuat hadits palsu, yaitu hadits yang diklaim sebagai ucapan Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam padahal sebenarnya bukan. Seperti Abdul Karim bin Abi Auja’, ia mengaku perbuatannya sebelum ia dihukum mati dengan berkata: “Demi Allah, aku telah memalsukan hadits sebanyak 4000 hadits. Saya halalkan yang haram dan saya haramkan yang halal”. Namun alhamdulillah, Allah Ta’ala menjaga kemurnian agama-Nya dengan memunculkan para ulama pakar hadits yang berupaya memisahkan hadits shahih dengan hadits lemah dan palsu. Dan upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan selesai dalam sekejap. Bahkan memerlukan penelitian yang panjang, ketelitian yang tajam, kecerdasan akal yang tinggi, hafalan yang kokoh, serta pemahaman yang mantap terhadap Al Qur’an dan hadits. Maka seorang muslim yang memahami hal ini sepatutnya ia menghargai dan bahkan kagum atas jasa para pakar hadits umat Islam yang telah memberikan kontribusi besar bagi agama ini.
Dan diantara para ulama pakar hadits yang telah diakui kemampuannya dan sangat besar jasanya, ada satu nama yang sudah cukup dikenal oleh kita semua yaitu Imam Muslim dengan kitab haditsnya yang terkenal yaitu Kitab Shahih Muslim. Kitab Shahih Muslim dikatakan oleh Imam An Nawawi sebagai salah satu kitab yang paling shahih -setelah Al Qur’an- yang pernah ada. Sampai-sampai ketika seseorang menuliskan hadits yang ada di kitab tersebut, atau dengan tanda pada akhir hadits berupa perkataan: “Hadits riwayat Muslim”, orang yang membaca merasa tidak perlu mengecek kembali atau meragukan keshahihan hadits tersebut. Subhanallah. Oleh karena itu, patutlah kita sebagai seorang muslim untuk mengenal lebih dalam sosok mulia di balik kitab tersebut, yaitu Imam Muslim, semoga Allah merahmati beliau.

Nasab dan Kelahiran Imam Muslim
Nama lengkap beliau adalah Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi. Al Qusyairi di sini merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) dan An Naisaburi merupakan nisbah terhadap tempat kelahiran beliau, yaitu kota Naisabur, bagian dari Persia yang sekarang manjadi bagian dari negara Rusia. Tentang Al Qusyairi, seorang pakar sejarah,  ‘Izzuddin Ibnu Atsir, dalam kitab Al Lubab Fi Tahzibil Ansab (37/3) berkata: “Al Qusyairi adalah nisbah terhadap keturunan Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, yang merupakan sebuah kabilah besar. Banyak para ulama yang menisbahkan diri padanya”.
Para ahli sejarah Islam berbeda pendapat mengenai waktu lahir dan wafat Imam Muslim. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Taqribut Tahdzib (529), Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah (35-34/11), Al Khazraji dalam Khulashoh Tahdzibul Kamal mengatakan bahwa Imam Muslim dilahirkan pada tahun 204 H dan wafat pada tahun 261 H. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa beliau dilahirkan pada tahun 206 H dan wafat pada tahun 261 H di Naisabur, sehingga usia beliau pada saat wafat adalah 55 tahun. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Abdillah Al Hakim An Naisaburi dalam kitab Ulama Al Amshar, juga disetujui An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (123/1).
Perjalanan Imam Muslim Dalam Belajar Hadits
Imam Muslim tumbuh sebagai remaja yang giat belajar agama. Bahkan saat usianya masih sangat muda beliau sudah menekuni ilmu hadits. Dalam kitab Siyar ‘Alamin Nubala (558/12), pakar hadits dan sejarah, Adz Dzahabi, menuturkan bahwa Imam Muslim mulai belajar hadits sejak tahun 218 H. Berarti usia beliau ketika itu adalah 12 tahun. Beliau melanglang buana ke beberapa Negara dalam rangka menuntut ilmu hadits dari mulai Irak, kemudian ke Hijaz, Syam, Mesir dan negara lainnya. Dalam Tahdzibut Tahdzib diceritakan bahwa Imam Muslim paling banyak mendapatkan ilmu tentang hadits dari 10 orang guru yaitu:
1.    Abu Bakar bin Abi Syaibah, beliau belajar 1540 hadits.
2.    Abu Khaitsamah Zuhair bin Harab, beliau belajar 1281 hadits.
3.    Muhammad Ibnul Mutsanna yang dijuluki Az Zaman, beliau belajar 772 hadits.
4.    Qutaibah bin Sa’id, beliau belajar 668 hadits.
5.    Muhammad bin Abdillah bin Numair, beliau belajar 573 hadits.
6.    Abu Kuraib Muhammad Ibnul ‘Ila, beliau belajar 556 hadits.
7.    Muhammad bin Basyar Al Muqallab yang dijuluki Bundaar, beliau belajar 460 hadits.
8.    Muhammad bin Raafi’ An Naisaburi, beliau belajar 362 hadits.
9.    Muhammad bin Hatim Al Muqallab yang dijuluki As Samin, beliau belajar 300 hadits.
10.    ‘Ali bin Hajar As Sa’di, beliau belajar 188 hadits.
Sembilan dari sepuluh nama guru Imam Muslim tersebut, juga merupakan guru Imam Al Bukhari dalam mengambil hadits, karena Muhammad bin Hatim tidak termasuk. Perlu diketahui, Imam Muslim pun sempat berguru ilmu hadits kepada Imam Al Bukhari. Ibnu Shalah dalam kitab Ulumul Hadits berkata: “Imam Muslim memang belajar pada Imam Bukhari dan banyak mendapatkan faedah ilmu darinya. Namun banyak guru dari Imam Muslim yang juga merupakan guru dari Imam Bukhari”. Hal inilah yang menjadi salah satu sebab Imam Muslim tidak meriwayatkan hadits dari Imam Al Bukhari.
Ada Apa Antara Al Bukhari dan Muslim?
Imam Al Bukhari adalah salah satu guru dari Imam Muslim yang paling menonjol. Dari beliau, Imam Muslim mendapatkan banyak pengetahuan tentang ilmu hadits serta metodologi dalam memeriksa keshahihan hadits. Al Hafidz Abu Bakar Al Khatib Al Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Al Baghdadi sampai menceritakan: “Muslim telah mengikuti jejak Al Bukhari, mengembangkan ilmunya dan mengikuti metodologinya. Ketika Al Bukhari datang ke Naisabur di masa akhir hidupnya. Imam Muslim belajar dengan intens kepadanya dan selalu membersamainya”. Hubungan beliau berdua pun dijelaskan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Syarah Nukhbatul Fikr,  beliau berkata: “Para ulama bersepakat bahwa Al Bukhari lebih utama dari Muslim, dan Al Bukhari lebih dikenal kemampuannya dalam pembelaan hadits. Karena Muslim adalah murid dan hasil didikan Al Bukhari. Muslim banyak mengambil ilmu dari Al Bukhari dan mengikuti jejaknya, sampai-sampai Ad Daruquthni berkata: ‘Seandainya tidak ada Al Bukhari, niscaya tidak ada Muslim’ ”.
Lalu apa yang menyebabkan Imam Muslim tidak meriwayatkan hadits dari Imam Bukhari? Sehingga dalam Shahih Muslim tidak ada hadits yang sanadnya dimulai dengan “ ‘An Al Bukhari…(Diriwayatkan dari Al Bukhari)”. Dijawab oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah, beliau menuturkan: “Walau Imam Muslim merupakan murid dari Imam Al Bukhari dan Imam Muslim mendapatkan banyak ilmu dari beliau, Imam Muslim tidak meriwayatkan satu pun hadits dari Imam Al Bukhari. Wallahu Ta’ala A’lam, ini dikarenakan oleh dua hal:
1.    Imam Muslim menginginkan uluwul isnad (sanad yang tinggi derajatnya). Imam Muslim memiliki banyak guru yang sama dengan guru Imam Al Bukhari. Jika Imam Muslim meriwayatkan dari Al Bukhari, maka sanad akan bertambah panjang karena bertambah satu orang rawi yaitu (Al Bukhari). Imam Muslim menginginkan uluwul isnad dan sanad yang dekat jalurnya dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sehingga beliau meriwayatkan langsung dari guru-gurunya yang juga menjadi guru Imam Al Bukhari
2.    Imam Muslim merasa prihatin dengan sebagian ulama yang mencampur-adukkan hadits-hadits lemah dengan hadits-hadits shahih tanpa membedakannya. Maka beliau pun mengerahkan daya upaya untuk memisahkan hadits shahih dengan yang lain, sebagaimana beliau utarakan di Muqaddimah Shahih Muslim. Jika demikian, maka sebagian hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari telah dianggap cukup dan tidak perlu diulang lagi. Karena Al Bukhari juga sangat perhatian dalam mengumpulkan hadits-hadits shahih dengan ketelitian yang tajam dan pengecekan yang berulang-ulang”
Murid-Murid Imam Muslim
Banyak ulama besar yang merupakan murid dari Imam Muslim dalam ilmu hadits, sebagaimana di ceritakan dalam Tahdzibut Tahdzib. Diantaranya adalah Abu Hatim Ar Razi, Abul Fadhl Ahmad bin Salamah, Ibrahim bin Abi Thalib, Abu ‘Amr Al Khoffaf, Husain bin Muhammad Al Qabani, Abu ‘Amr Ahmad Ibnul Mubarak Al Mustamli, Al Hafidz Shalih bin Muhammad, ‘Ali bin Hasan Al Hilali, Muhammad bin Abdil Wahhab Al Faraa’, Ali Ibnul Husain Ibnul Junaid, Ibnu Khuzaimah, dll.
Selain itu, sebagian ulama memasukkan Abu ‘Isa Muhammad At Tirmidzi dalam jajaran murid Imam Muslim, karena terdapat sebuah hadits dalam Sunan At Tirmidzi:
Muslim bin Hajjaj menuturkan kepada kami: Yahya bin Yahya menuturkan kepada kami: Abu Mu’awiyah menuturkan kepada kami: Dari Muhammad bin ‘Amr: Dari Abu Salamah: Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Untuk menentukan datangnya Ramadhan, hitunglah hilal bulan Sya’ban”.
Dalam hadits tersebut nampak bahwa At Tirmidzi meriwayatkan dari Imam Muslim. Terdapat penjelasan Al Iraqi dalam Tuhfatul Ahwadzi Bi Syarhi Jami’ At Tirmidzi: “At Tirmidzi tidak pernah meriwayatkan hadits dari Muslim kecuali hadits ini. Karena mereka berdua memiliki guru-guru yang sama sebagian besarnya”.
Karya Tulis Imam Muslim
Imam An Nawawi menceritakan dalam Tahdzibul Asma Wal Lughat bahwa Imam Muslim memiliki banyak karya tulis, diantaranya:
1.    Kitab Shahih Muslim (sudah dicetak)
2.    Kitab Al Musnad Al Kabir ‘Ala Asma Ar Rijal
3.    Kitab Jami’ Al Kabir ‘Ala Al Abwab
4.    Kitab Al ‘Ilal
5.    Kitab Auhamul Muhadditsin
6.    Kitab At Tamyiz (sudah dicetak)
7.    Kitab Man Laisa Lahu Illa Rawin Wahidin
8.    Kitab Thabaqat At Tabi’in (sudah dicetak)
9.    Kitab Al Muhadramain
Kemudian Adz Dzahabi pun menambahkan dalam Tahdzibut Tahdzib bahwa Imam Muslim juga memiliki karya tulis lain yaitu:
10.    Kitab Al Asma Wal Kuna (sudah dicetak)
11.    Kitab Al Afrad
12.    Kitab Al Aqran
13.    Kitab Sualaat Ahmad bin Hambal
14.    Kitab Hadits ‘Amr bin Syu’aib
15.    Kitab Al Intifa’ bi Uhubis Siba’
16.    Kitab Masyaikh Malik
17.    Kitab Masyaikh Ats Tsauri
18.    Kitab Masyaikh Syu’bah
19.    Kitab Aulad Ash Shahabah
20.    Kitab Afrad Asy Syamiyyin
Mata Pencaharian Imam Muslim
Imam Muslim termasuk diantara para ulama yang menghidupi diri dengan berdagang. Beliau adalah seorang pedagang pakaian yang sukses. Meski demikian, beliau tetap dikenal sebagai sosok yang dermawan. Beliau juga memiliki sawah-sawah di daerah Ustu yang menjadi sumber penghasilan keduanya. Tentang mata pencaharian beliau diceritakan oleh Al Hakim dalam Siyar ‘Alamin Nubala (570/12): “Tempat Imam Muslim berdagang adalah Khan Mahmasy. Dan mata pencahariannya beliau di dapat dari usahanya di Ustu ”. Dalam Tahdzibut Tahdzib hal ini pula diceritakan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Farra: “Muslim Ibnul Hajjaj adalah salah satu ulama besar…. Dan ia adalah seorang pedagang pakaian”. Dalam kitab Al ‘Ubar fi Khabar min Ghabar (29/2) terdapat penjelasan: “Imam Muslim adalah seorang pedagang. Dan ia terkenal sebagai dermawan di Naisabur. Ia memiliki banyak budak dan harta”.
Karakter Fisik Imam Muslim
Terdapat beberapa riwayat yang menceritakan karakter fisik Imam Muslim. Dalam Siyar ‘Alamin Nubala (566/12) terdapat riwayat dari Abu Abdirrahman As Salami, ia berkata: “Aku melihat seorang syaikh yang tampan wajahnya. Ia memakai rida  yang bagus. Ia memakai imamah  yang dijulurkan di kedua pundaknya. Lalu ada orang yang mengatakan: ‘Ini Muslim’ ”. Juga diceritakan dari Siyar ‘Alamin Nubala (570/12), bahwa Al Hakim mendengar ayahnya berkata: “Aku pernah melihat Muslim Ibnul Hajjaj sedang bercakap-cakap di Khan Mahmasy. Ia memiliki perawakan yang sempurna dan kepalanya putih. Janggutnya memanjang ke bawah di sisi imamah-nya yang terjulur di kedua pundaknya”.
Aqidah Imam Muslim
Imam Muslim adalah ulama besar yang memiliki aqidah ahlussunnah, sebagaimana aqidah generasi salafus shalih. Dengan kata lain Imam Muslim adalah seorang salafy. Aqidah beliau ini nampak pada beberapa hal:
•    Perkataan Imam Muslim di muqaddimah Shahih Muslim (6/1) : “Ketahuilah wahai pembaca, semoga Allah memberi anda taufik, wajib bagi setiap orang untuk membedakan hadits shahih dengan hadits yang lemah. Juga wajib mengetahui tingkat kejujuran rawi, yang sebagian mereka diragukan kredibilitasnya. Tidak boleh mengambil riwayat kecuali dari orang yang diketahui bagus kredibilitasnya dan hafalannya. Serta patut untuk berhati-hati dari orang-orang yang buruk kredibilitasnya, yang berasal dari tokoh kesesatan dan ahli bid’ah”. Diceritakan pula di dalam Syiar ‘Alamin Nubala (568/12) bahwa Al Makki berkata: “Aku bertanya kepada Muslim tentang Ali bin Ju’d. Muslim berkata: ‘Ia tsiqah, namun ia berpemahaman Jahmiyyah’”. Hal ini menunjukkan Imam Muslim sangat membenci paham sesat dan bid’ah semisal paham Jahmiyyah, serta tidak mengambil riwayat dari tokoh-tokohnya. Dan demikianlah aqidah ahlussunnah.
•    Imam Muslim memulai kitab Shahih Muslim dengan Bab Iman, dan dalam bab tersebut beliau memasukkan hadits-hadits yang menetapkan aqidah Ahlussunnah dalam banyak permasalahan, seperti hadits-hadits yang membantah Qadariyyah, Murji’ah, Khawarij, Jahmiyyah, dan semacam mereka, beliau juga ber-hujjah dengan hadits ahad, terdapat juga bab khusus yang berisi hadits-hadits tentang takdir.
•    Judul-judul bab pada Shahih Muslim seluruhnya sejalan dengan manhaj Ahlussunnah dan merupakan bencana bagi ahlul bid’ah.
•    Abu Utsman Ash Shabuni dalam kitabnya, I’tiqad Ahlissunnah Wa Ash-habil Hadits halaman 121 – 123, yaitu diakhir-akhir kitabnya, beliau menyebutkan nama-nama imam Ahlussunnah Wal Jama’ah dan beliau menyebutkan diantaranya Imam Muslim Ibnul Hajjaj.
•    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Dar’u Ta’arudh il ‘Aql Wan Naql (36/7) berkata: “Para tokoh filsafat dan ahli bid’ah, pengetahuan mereka tentang hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta atsar para sahabat dan tabi’in sangatlah sedikit. Sebab jika memang diantara mereka ada orang yang memahami sunah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta atsar para sahabat dan tabi’in serta tidak berprasangka baik pada hal-hal yang menentang sunah, tentulah ia tidak akan bergabung bersama mereka, seperti sikap yang ditempuh para ahlul hadits. Lebih lagi jika ia mengetahui rusaknya pemahaman filsafat dan bid’ah tersebut, sebagaimana para imam Ahlussunnah mengetahuinya. Dan biasanya kerusakan pemahaman mereka tersebut tidak diketahui selain oleh para imam sunah seperti Malik (kemudian disebutkan nama-nama beberapa imam)… dan juga Muslim Ibnul Hajjaj An Naisaburi, dan para imam yang lainnya, tidak ada yang dapat menghitung jumlahnya kecuali Allah, merekalah pewaris para nabi dan penerus tugas Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam”
•    Adz Dzahabi dalam kitab Al ‘Uluw (1184/2) menyebutkan: “Diantara deretan ulama yang berkeyakinan tidak bolehnya menta’wilkan sifat-sifat Allah dan mereka beriman dengan sifat Al ‘Uluw di masa itu adalah (disebutkan nama-nama beberapa ulama)… dan juga Al Imam Al Hujjah Muslim Ibnul Hajjaj Al Qusyairi yang menulis kitab Shahih Muslim.”
•    Al ‘Allamah Muhammad As Safarini dalam kitab Lawami’ul Anwaril Bahiyyah Wa Sawati’ul Asrar Al Atsariyyah (22/1) ketika menyebutkan nama-nama para ulama ahlussunnah ia menyebutkan: “…Muslim, Abu Dawud, ….”. Kemudian beliau berkata: “dan yang lainnya, mereka semua memiliki aqidah yang sama yaitu aqidah salafiyyah atsariyyah”.
•    Dalam Majmu’ Fatawa (39/20) diceritakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ditanya seseorang: “Apakah Al Bukhari, Muslim, … (disebutkan beberapa nama ulama) termasuk ulama mujtahidin yang tidak taklid ataukah mereka termasuk orang-orang yang taklid pada imam tertentu? Apakah diantara mereka ada yang menisbatkan diri kepada mazhab Hanafi?”. Syaikhul Islam menjawab panjang lebar, dan pada akhir jawabannya beliau berkata: “Mereka semua adalah para pengagung sunnah dan pengagung hadits”.
•    Lebih menegaskan beberapa bukti diatas, bahwa Imam Muslim adalah hasil didikan dari para ulama Ahlussunnah seperti Imam Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, Imam Al Bukhari, Abu Zur’ah, dan yang lainnya. Dan telah diketahui bagaimana peran mereka dalam memperjuangkan sunah, dan sikap keras mereka terhadap ahli bid’ah, sampai-sampai ahli bi’dah tidak mendapat tempat di majelis-majelis mereka.
Mazhab Fiqih Imam Muslim
Jika kita memperhatikan nama-nama kitab yang ditulis oleh Imam Muslim, hampir semuanya membahas seputar ilmu hadits dan cabang-cabangnya. Hal ini juga ditemukan pada kebanyakan ulama ahli hadits yang lain di zaman tersebut. Akibatnya, kita tidak dapat mengetahui dengan jelas mazhab fiqih mana yang mereka adopsi. Padahal kita semua tahu bahwa Imam Muslim dan para ulama hadits di zamannya juga sekaligus merupakan ulama besar dalam bidang fiqih, sebagaimana Al Bukhari dan Imam Ahmad. Dan jika kita memperhatikan kitab Shahih Muslim, bagaimana metode Imam Muslim membela hadits, bagaimana penyusunan urutan pembahasan yang beliau buat, memberikan isyarat bahwa beliau pun seorang ahli fiqih yang memahami perselisihan fiqih diantara para ulama. Oleh karena itulah Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab At Taqrib (529) mengatakan: “Muslim bin Hajjaj adalah ahli fiqih”.
Namun ada beberapa pendapat tentang mazhab fiqih Imam Muslim. Diantaranya sebagaimana diutarakan Haji Khalifah dalam kitab Kasyfuz Zhunun (555/1) ketika menyebut nama Imam Muslim: “Muslim Ibnul Hajjah Al Qusyairi An Naisaburi Asy Syafi’i”. Shiddiq Hasan Khan juga mengamini hal tersebut dalam kitabnya Al Hithah (198). Namun pendapat ini perlu diteliti ulang. Karena terdapat beberapa indikasi yang dijadikan dasar oleh sebagian ulama untuk mengatakan bahwa Imam Muslim bermazhab Hambali. Diantara, indikasi tersebut misalnya Imam Muslim memiliki kitab yang berjudul Sualaat Ahmad bin Hambal. Selain itu Imam Muslim pun berguru pada Imam Ahmad dan mengambil hadits darinya. Diceritakan dalam Thabaqat Al Hanabilah (413/2) bahwa Imam Muslim juga memuji Imam Ahmad dengan mengatakan: “Imam Ahmad adalah salah satu ulama Huffadzul Atsar (punggawa ilmu hadits)”. Namun semua bukti ini juga tidak menunjukkan dengan pasti bahwa beliau berpegang pada mahzab Hambali.
Pendapat yang benar adalah bahwa Imam Muslim berpegang pada mahzab Ahlul Hadits dan tidak taklid pada salah satu imam mazhab. Sebagaimana diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di Majmu’ Fatawa (39/20): “Adapun Al Bukhari dan Abu Dawud, mereka berdua adalah imam mujtahid dalam fiqih. Sedangkan Muslim, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Abu Ya’la, Al Bazzar dan yang semisal mereka, semuanya berpegang pada mahzab Ahlul Hadits dan tidak taklid terhadap salah satu imam mahzab. Mereka juga tidak termasuk imam mujtahid dalam fiqih secara mutlak. Namun terkadang dalam fiqih mereka memiliki kecenderungan untuk mengambil pendapat ulama Ahlul Hadits seperti Asy Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Abu ‘Ubaid, dan yang semisal mereka”
Pujian Para Ulama
Kedudukan Imam Muslim diantara pada ulama Islam tergambar dari banyaknya pujian yang dilontarkan kepada beliau. Pujian datang dari guru-gurunya, orang-orang terdekatnya, murid-muridnya juga para ulama yang hidup sesudahnya. Dalam Tarikh Dimasyqi (89/58), diceritakan bahwa Muhammad bin Basyar, salah satu guru Imam Muslim, berkata: “Ada empat orang yang hafalan hadits-nya paling hebat di dunia ini: Abu Zur’ah dari Ray, Muslim Ibnul Hajjaj dari Naisabur, Abdullah bin Abdirrahman Ad Darimi dari Samarkand, dan Muhammad bin Ismail dari Bukhara”.
Ahmad bin Salamah dalam Tarikh Baghdad (102-103/13) berkata: “Aku melihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim Ar Razi mengutamakan pendapat Muslim dalam mengenali keshahihan hadits dibanding para masyaikh lain di masa mereka hidup”.
Diceritakan dalam Tarikh Dimasyqi (89/58), Ishaq bin Mansur Al Kausaz berkata kepada Imam Muslim: “Kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah masih menghidupkan engkau di kalangan muslimin”.
Dalam Tadzkiratul Huffadz, Adz Dzahabi juga memuji Imam Muslim dengan sebutan: “Muslim Ibnul Hajjaj Al Imam Al Hafidz Hujjatul Islam”.
Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata: “Para ulama sepakat tentang keagungan Imam Muslim, keimamannya, peran besarnya dalam ilmu hadits, kepandaiannya dalam menyusun kitab ini, keutamaannya dan kekuatan hujjah-nya”.
Wafatnya Imam Muslim
Diceritakan oleh Ibnu Shalah dalam kitab Shiyanatu Muslim (1216) bahwa wafatnya Imam Muslim disebabkan hal yang tidak biasa, yaitu dikarenakan kelelahan pikiran dalam menelaah ilmu. Kemudian disebutkan kisah wafatnya dari riwayat Ahmad bin Salamah: “Abul Husain Muslim ketika itu mengadakan majelis untuk mengulang hafalan hadits. Lalu disebutkan kepadanya sebuah hadits yang ia tidak ketahui. Maka beliau pun pergi menuju rumahnya dan langsung menyalakan lampu. Beliau berkata pada orang yang berada di dalam rumah: ‘Sungguh, jangan biarkan orang masuk ke rumah ini’. Kemudian ada yang berkata kepadanya: ‘Maukah engkau kami hadiahkan sekeranjang kurma?’. Beliau menjawab: ‘(Ya) Berikan kurma-kurma itu kepadaku’. Kurma pun diberikan. Saat itu ia sedang mencari sebuah hadits. Beliau pun mengambil kurma satu persatu lalu mengunyahnya. Pagi pun datang dan kurma telah habis, dan beliau menemukan hadits yang dicari”. Al Hakim mengatakan bahwa terdapat tambahan tsiqah pada riwayat ini yaitu: “Sejak itu Imam Muslim sakit kemudian wafat”. Riwayat ini terdapat pada kitab Tarikh Baghdadi (103/13), Tarikh Dimasyqi (94/58), dan Tahdzibul Kamal (506/27). Beliau wafat pada waktu di hari Ahad, dan dimakamkan pada hari Senin, 5 Rajab 216 H.
Semoga Allah senantiasa merahmati beliau. Namanya begitu harum mewangi hingga hari ini, sungguh ini merupakan buah dari perjuangan berat nan mulia. Semoga Allah menerima amal beliau yang mulia dan membalasnya dengan yang lebih baik di hari dimana tidak ada pertolongan kecuali pertolongan Allah.
Kita memohon kepada Allah agar ditengah-tengah kaum muslimin dimunculkan orang semisal beliau, yang memiliki perhatian besar dan semangat tinggi untuk menjaga agama Allah dan menyebarkannya di tengah kaum muslimin. Mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita bersama beliau di Jannah-Nya kelak.